Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Juli 2011

10 Stasiun kereta dengan arsitektur terbaik

Kita semua tahu, bahwa kereta adalah salah satu sarana transportasi yang sangat penting, semenjak ditemukan pertama kalinya oleh George Stephenson, kereta sudah mulai menjadi gaya hidup transportasi dunia. Bahkan semakin lama, makin banyak model-model kereta api yang dikem bangkan oleh para penemu, mulai dari kereta listrik, kereta uap, bahkan penemuan teranyar yaitu kereta Sinkanzen dari jepang sudah menggunakan teknologi magnet.

Tapi bukan hanya kereta saja yang terus mengalami kemajuan, Stasiun kereta pun tak mau kalah. banyak sekali stasiu kereta yeng mempunyai arsitektur bangunan yang canggih, futuristik, dan eksotis, itu semua demi memberikan kesan yang mendalam serta kenyamanan bagi para penumpang

Disini, saya akan memaparkan daftar 10 stasiun kereta tdengan arsitektur terbaik di dunia yang dirilis olehTourism Review, berikut adalah daftar 10 stasiun kereta dengan arsitektur terbaik di dunia :

1. Berlin Hauptbahnhof, Jerman
Berlin Hauptbahnhof adalah stasiun kereta terbesar di Eropa, Berlin Hauptbahnhof mempunyai konstruksi bangunan yang sangat modern, serta mempunyai arsitektur bangunan yang futuristik. Keseluruhan konstruksi stasiun kereta ini rampung pada tahun 2006. Stasiun ini mempunyai 2 tingkat, 14 bagian serta 80 stand toko yang kesemuanya dibuat senyaman mungkin bagi para pengunjung mengingat stasiun ini adalah stasiun kereta yang sangat vital di jerman. Bangunan ini terdiri dari logam dan panel kaca yang memungkinkan cahaya matahari bersinar ke dalam gedung
http://imgpe.trivago.com/uploadimages/45/37/4537213_l.jpeg

2. Kuala Lumpur railway Station. Malaysia
Stasiun kereta di Malaysia sebenarnya adalah stasiun kereta yang cukup tua, pambangunan stasiun in ipun baru selesai pada tahun 1920, jadi jangan heran jika bentuk konstruksi bangunan ini sangat bergaya kekuno-kuno-an. Tapi jangan salah, walaupun gayanya kuno, stasiun kereta ini tetap nampak elegan. Hal ini karena memang konstruksi bangunan ini memadukan gaya barat dan melayu, sehingga kesan kuno yang tampak justru makin menambah nilai historis dan budayanya, Bahkan beberapa orang justru menilai bahwa stasiun ini lebih cocok bila disebut dengan kastil.


3. North Park Cable Way, Austria
North Park cable way adalah salah satu stasiun terbesar di Austria yang terletak di Kota Innsbruck. Konstruksi arsitektur bangunan North Park Cable Way ini dirancang oleh studio arsitek Zaha Hadid. Walaupun Atap bangunan stasiun ini dibuat seperti bentuk gelombang yang abstrak, namun justru atap inilah yang menambah kesan futuristik tasiun kereta ini.
http://www.bdonline.co.uk/Pictures/web/n/m/s/NorparkCableRailway02H_c_RolandHalbeWEB1.jpg

4. La Gare de Strasbourg, Perancis
Stasiun kereta La Gare de Strasbourg pertama kalinya dirancang pada tahun 1883 oleh seorang arsitek asal Berlin bernama Johann Jacobsthal, kemudian direnovasi lagi pada tahun 2007. Dalam renovasi ini, ditambahkan rangka kaca serta 120 meter konstruksi kaca di bagian luar, sehingga stasiun ini nampak bagaikan permata yang bersinar bila diterpa oleh sinar matahari.
http://farm3.static.flickr.com/2189/2097483754_9f730559c7.jpg

5. Stasiun Kanazawa, Jepang
arsitektur pertama yang akan dilihat oleh pengunjung di stasiun ini adalah sebuah gerbang besar dengahn tinggi 14 meter layaknya gerbang tradisional ala Jepang, sedngkan di dalam stasiun, arsitektur yang paling mengesankan adalah Kubah yang mencakup bagian yang menghubungkan bagian timur dan barat terdiri dari 3.000 panel kaca. Stasiun ini juga dikenal sebagai stasiun yang memadukan gaya tradisional berbasis kayu dengan arsitektur modern berbasis logam.
http://i73.photobucket.com/albums/i230/vectorkalkulus/GA881/IMG_5139.jpg

6. Southern Cross Station, Australia
The Southern Cross Station adalah stasiun kereta yang terletak di Melbourne. Sebagai salah satu stasiun kereta paling vital di Australia, maka tak heran jika arsitektur bangunan stasiun ini sangat mengesankan. Fitur yang paling menarik dari bangunan ini adalah atap bergelombang. bahkan saking mengesankanya, Stasiun ini sampai dianugerahi Lubetkin Prize oleh the Royal Institute of British Architects, yaitu sebuah penghargaan untuk bangunan baru berarsitektur tinggi yang terletak di luar uni eropa
http://www.gardenvisit.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/southern-cross-station-2140063868_bd94030670_d.jpg

7. Estacion de Atocha, Spanyol
pernahkah kalian melihat hutan di dalam stasiun, jika belum pernah, silahkan kalian mengunjungi Estacion de Atocha di Spanyol. Keran memang di dalam stasiun ini dibuat sebuah miniatur taman yang menyerupai hutan rimba untuk menambah kesan alam di stasiun ini. Stasiun ini awalnya dibuat pada tahun 1851, kemudian pada tahun 1992, mulailah ditambahkan hutan mini seluas 4.000 meter karya Rafael Moneo.
http://farm2.static.flickr.com/1356/1463527505_08f3642a7c.jpg

8. Chatrapati Shivaji Terminus, India
Stasiun ini terletak di kota Mumbai dan merupakan salah satu stasiun tersibuk di India. Chatrapati Shivaji Terminus dirancang oleh Frederick William Stevens, seorang arsitek Inggris. Nilai arsitektur tinggi yang ada di dalam stasiun ini adalah adanya pembauran dua model arsitektur yaitu antara model gothic barat dengan model india tradisional, sehingga dinilai mem punyai nilai lebih bagi dunia arsitektur abad ke-19an. Pada tahun 2004 stasiun ini ditulis di daftar situs Warisan Dunia sebagai salah satu bengunan warisan dunia.
http://i284.photobucket.com/albums/ll35/parttake/ChhatrapatiShivajiTerminusMumbai.jpg

9. Antwerpen Central Station, Belgia
Stasiun ini dibangun antara tahun 1895 sampai 1905. Kereta Api Katedral. Stasiun kereta ini mempunyai bentuk bangunan yang unik, yaitu seperti gereja dengan kubah besar di atapnya, serta kubah kecil di sisi-sisi pojok bagian atas bangunan, oleh karena itu maka tek heran jika masyarakat luas lebih sering menyebut stasiun ini sebagai stasiun kereta Katedral.
http://0.tqn.com/d/goeurope/1/0/s/V/antwerp_7.jpg

10. St Pancras Station, Inggris
Stasiun kereta ini terletak di London Inggris dan dibangun antara tahun 1864 sampai 1868. Arsitektur bangunan ini sangat mengesankan, Sesuai dengan tahun pembuatanya, Bangunan ini mempunyai suasana kuno yang sangat kental, dengan arsitektur khas Britania serta dipadukan dengan gaya Gothik terang. Di stasiun ini juga terdapat dua patung setinggi 9 meter yang terbuat dari perunggu. Di stasiun ini pulalah ada bar sampanye terpanjang du dunia.
http://www.victorianweb.org/art/architecture/pancras/1.jpg

sumber: http://serba-sepuluh.blogspot.com/2010/07/daftar-10-stasiun-kereta-dengan.html
»»  Read More ...

Menengok Sejarah 'Remote' TV

Membayangkan harus menonton televisi sambil mondar-mandir mengganti saluran yang jumlahnya ratusan, tampaknya sangat merepotkan. Untung, ‘remote’ TV sudah ditemukan.

Masyarakat Indonesia kerap salah kaprah, dengan menyebut perangkat ini dengan ‘remote’ TV. Padahal, maksudnya adalah alat pengendali jarak jauh (remote control) TV. Namun, untuk mempermudah penyebutan, penulisan kali ini akan menggunakan kata ‘alat pengendali TV’.

Remote TV

Sebelum menjadi alat pengendali TV seperti yang dikenal saat ini, tidak banyak yang tahu kalau perangkat ini mengalami banyak perubahan sejak pertama dibuat. Ini jelas menjadi bukti kemajuan teknologi.

Pada 1950, pengendali pertama diperkenalkan oleh Radio Amerika Serikat (AS) dan pembuat TV Zenith. Perangkat yang diberi nama ‘Lazy Bone’ ini terhubung dengan serangkaian kabel panjang. Menurut Washington Post, kabel ini kemudian terbukti menjadi bahaya keamanan.

Lima tahun kemudian, tepatnya pada 1955, Zenith memperkenalkan pengendali nirkabelnya, yang diberi nama ‘Flash-Matic’. Perangkat ini pada dasarnya merupakan sebuah ‘obor’ yang bisa diarahkan ke panel peka cahaya di pojok TV. Sayangnya, alat ini tak bisa berfungsi dengan baik.

Tahun depannya, pada 1956, Zenith kembali memperkenalkan pengendali TV terbarunya, ‘Space Commander’. Alat inilah yang hingga kini disebut-sebut sebagai pengendali TV nirkabel pertama. Saat pengguna mengklik tombol yang ada pada pengendali ini, perangkat akan otomatis mengirim suara berfrekuensi tinggi yang hanya dikenali TV. Keunggulan lainnya, alat ini tak membutuhkan baterai.

Di era 1970, tombol ‘klik’ yang ada di balik ‘Space Commander’ masih bertahan, dengan teknologi yang makin ‘cantik’. Kemampuannya ternyata cukup diakui, sehingga pada 1990, Zenith dibeli perusahaan asal Korea Selatan, LG.

Kemudian, pada 1980, perusahaan asal Kanada Viewstar mulai mengembangkan pengendali inframerah pertama. Perangkat ini memungkinkan banyak pesan bisa dikirim ke TV. Inilah awal pengendali TV memiliki banyak tombol.

Pengendali inframerah pun segera menjadi standar untuk TV, Hi-Fi stereo dan gadget lain. Selain itu, perangkat inilah yang menjadi inspirasi iklan pada era 1980an. Pada 1985, ditemukan masalah pada pengendali inframerah, yakni bahwa perangkat ini hanya bisa digunakan untuk satu TV.

Terkait hal tersebut, Magnavox merilis pengendali yang mampu bekerja dengan TV-nya sendiri dan TV dari pesaing. Perusahaan asal AS ini sebelumnya terkenal setelah memperkenalkan konsol video game rumah Odyssey pada 1972. Pada 1974, perusahaan ini dibeli Philips, perusahaan asal Belanda.

Perkembangan pengendali TV tidak berhenti sampai disini. Pada 1987, Steve Wozniak dari Apple melakukan gebrakan. Perusahaan miliknya, CL 9, membuat pengendali universal yang diberi nama ‘CORE’. Alat ini mampu berinteraksi dengan banyak perangkat. Namun, sayang, ketika itu CORE terlalu sulit digunakan banyak orang, sehingga sukses besar gagal diraih.

Padahal, pada era 2000, setelah kegagalan CORE, pengendali TV universal justru makin mudah dijumpai dan digunakan. Setelah meluncurkan iPhone pada 2007, sejumlah aplikasi dibuat untuk mengubah perangkat ini menjadi pengendali TV. Karena iPhone tak memiliki inframerah, maka sebagian besar aplikasi tergantung pada alat tambahan.

Pada 2010, terinspirasi Nintendo Wii dan generasi baru TV ‘pintar’ yang memiliki banyak menu pada layarnya, pengendali TVB menjadi makin gesit. Tahun lalu, LG mengumumkan jajaran TV barunya yang akan disertai ‘tongkat sihir’. Alat ini memungkinkan pengguna menunjuk pada titik berbeda di layar cukup dengan melambaikannya.


Sumber : Adipedia.com
»»  Read More ...

Daftar Kode Area Telepon Indonesia

Indonesia memiliki sistem yang berbeda pada telepon kabel dan telepon seluler. Pada telepon kabel nomor telepon menggunakan kode area, sedangkan telepon seluler tidak. Untuk kode area pada telepon kabel, angka “0″ ditambahkan di depan ketika melakukan panggilan domestik jarak jauh dari dalam Indonesia. Sedangkan ketika melakukan panggilan dari luar negeri, penelepon akan menggunakan kode negara Indonesia +62, diikuti dengan kode area, sebagai pengganti angka “0″.
Nomor telepon domestik di kota-kota besar mempunyai 8 digit, sedangkan di daerah lain yang tidak termasuk kota besar mempunyai 7 digit. Nomor telepon seluler mempunyai 10 atau 11 digit untuk pasca bayar, sedangkan layanan prabayar mempunyai 11 atau 12 digit tergantung pada operator.
Kode Negara Indonesia: +62
International Call Prefix: 00x or 01xxx (VoIP)
Untuk melakukan panggilan telepon ke Indonesia dari luar negeri, maka gunakan format berikut:
[IDD prefix] 62 [kode area] [nomor telepon]
Untuk melakukan panggilan ke telepon seluler (GSM) dari luar negeri, maka gunakan format berikut:
[IDD prefix] 62 [prefix] [nomor telepon]
International Direct Dialing Prefix (IDD Prefix)
PT XL Axiata Tbk (XL): 01000 (VoIP)
PT Indosat: 001, 008 or 01016 (VoIP)
PT Telkom: 007 or 01017 (VoIP)
PT Bakrie Telecom: 009 or 01010 (VoIP)
Axis: 01012 (VOIP)
Untuk membuat panggilan telepon Internasional dari Indonesia anda harus menggunakan format berikut:
[IDD prefix] [kode negara] [kode area] [nomor telepon]
Daftar Kode Area di Indonesia
Aceh
0627 – Kota Subulussalam
0629 – Kutacane (Kabupaten Aceh Tenggara)
0641 – Kota Langsa
0642 – Blang Kejeren (Kabupaten Gayo Lues)
0643 – Takengon (Kabupaten Aceh Tengah)
0644 – Bireuen (Kabupaten Bireuen)
0645 – Kota Lhokseumawe
0646 – Idi (Kabupaten Aceh Timur)
0650 – Sinabang (Kabupaten Simeulue)
0651 – Kota Banda Aceh, Jantho (Kabupaten Aceh Besar), Lamno (Kabupaten Aceh Jaya)
0652 – Kota Sabang
0653 – Sigli (Kabupaten Pidie)
0654 – Calang (Kabupaten Aceh Jaya)
0655 – Meulaboh (Kabupaten Aceh Barat)
0656 – Tapaktuan (Kabupaten Aceh Selatan)
0657 – Bakongan (Kabupaten Aceh Selatan)
0658 – Singkil (Kabupaten Aceh Singkil)
0659 – Blangpidie (Kabupaten Aceh Barat Daya)
Sumatera Utara
061 – Kota Medan, Kota Binjai, Stabat (Kabupaten Langkat)
0620 – Pangkalan Brandan (Kabupaten Langkat)
0621 – Kota Tebing Tinggi
0622 – Kota Pematangsiantar
0623 – Kisaran (Kabupaten Asahan), Kota Tanjung Balai
0624 – Rantau Prapat (Kabupaten Labuhanbatu)
0625 – Parapat (Kabupaten Simalungun)
0626 – Pangururan (Kabupaten Samosir)
0627 – Sidikalang (Kabupaten Dairi), Salak (Kabupaten Pakpak Bharat)
0628 – Kabanjahe (Kabupaten Karo)
0630 – Teluk Dalam (Kabupaten Nias Selatan)
0631 – Kota Sibolga
0636 – Balige (Kabupaten Toba Samosir)
0633 – Tarutung (Kabupaten Tapanuli Utara)
0634 – Kota Padang Sidempuan
0635 – Gunung Tua (Kabupaten Padang Lawas Utara)
0636 – Panyabungan (Kabupaten Mandailing Natal)
0638 – Barus (Kabupaten Tapanuli Tengah)
0639 – Kota Gunung Sitoli
Sumatera Barat
0751 – Kota Padang, Kota Pariaman
0752 – Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kota Payakumbuh, Batusangkar (Kabupaten Tanah Datar)
0753 – Lubuk Sikaping (Kabupaten Pasaman)
0754 – Kabupaten Sijunjung
0755 – Kota Solok, Kabupaten Solok Selatan, Alahan Panjang (Kabupaten Solok)
0756 – Painan (Kabupaten Pesisir Selatan)
0757 – Balai Selasa (Kabupaten Agam)
0759 – Tuapejat (Kabupaten Kepulauan Mentawai)
Riau
0760 – Teluk Kuantan (Kabupaten Kuantan Singingi)
0761 – Kota Pekanbaru, Pangkalan Kerinci (Kabupaten Pelalawan)
0762 – Bangkinang (Kabupaten Kampar)
0763 – Selatpanjang (Kabupaten Bengkalis)
0764 – Siak Sri Indrapura (Kabupaten Siak)
0765 – Kota Dumai, Duri (Kabupaten Bengkalis)
0766 – Bengkalis (Kabupaten Bengkalis)
0767 – Bagan Siapi-Api (Kabupaten Rokan Hilir)
0768 – Tembilahan (Kabupaten Indragiri Hilir)
0769 – Rengat, Air Molek (Kabupaten Indragiri Hulu)
Kepulauan Riau
0771 – Kota Tanjung Pinang
0772 – Tarempa (Kabupaten Kepulauan Anambas)
0773 – Ranai (Kabupaten Natuna)
0776 – Dabosingkep (Kabupaten Lingga)
0777 – Tanjung Balai Karimun (Kabupaten Karimun)
0778 – Kota Batam
0779 – Tanjungbatu (Kabupaten Karimun)
Jambi
0740 – Mendahara, Muara Sabak (Kabupaten Tanjung Jabung Timur)
0741 – Kota Jambi
0742 – Kualatungkal (Kabupaten Tanjung Jabung Barat)
0743 – Muara Bulian (Kabupaten Batanghari)
0744 – Muara Tebo (Kabupaten Tebo)
0745 – Sarolangun (Kabupaten Sarolangun)
0746 – Bangko (Kabupaten Merangin)
0747 – Muarabungo (Kabupaten Bungo)
0748 – Kota Sungai Penuh
Sumatera Selatan
0711 – Kota Palembang, Pangkalan Balai, Betung (Kabupaten Banyuasin), Indralaya (Kabupaten Ogan Ilir)
0712 – Kayu Agung (Kabupaten Ogan Komering Ilir)
0713 – Kota Prabumulih
0714 – Sekayu (Kabupaten Musi Banyuasin)
0730 – Kota Pagar Alam
0731 – Lahat (Kabupaten Lahat)
0733 – Kota Lubuklinggau, Pendopo (Kabupaten Lahat)
0734 – Muara Enim (Kabupaten Muara Enim)
0735 – Baturaja (Kabupaten Ogan Komering Ulu)
Kepulauan Bangka Belitung
0715 – Belinyu (Kabupaten Bangka)
0716 – Muntok (Kabupaten Bangka Barat)
0717 – Kota Pangkal Pinang, Sungailiat (Kabupaten Bangka)
0718 – Koba (Kabupaten Bangka Tengah), Toboali (Kabupaten Bangka Selatan)
0719 – Manggar (Kabupaten Belitung Timur), Tanjung Pandan (Kabupaten Belitung)
Bengkulu
0732 – Curup (Kabupaten Rejang Lebong)
0736 – Kota Bengkulu, Lais (Kabupaten Bengkulu Utara)
0737 – Arga Makmur (Kabupaten Bengkulu Utara), Mukomuko (Kabupaten Mukomuko)
0738 – Muara Aman (Kabupaten Lebong)
0739 – Bintuhan (Kabupaten Kaur), Kota Manna (Kabupaten Bengkulu Selatan)
Lampung
0721 – Kota Bandar Lampung
0722 – Kota Agung (Kabupaten Tanggamus)
0723 – Blambangan Umpu (Kabupaten Way Kanan)
0724 – Kotabumi (Kabupaten Lampung Utara)
0725 – Kota Metro
0726 – Menggala (Kabupaten Tulang Bawang)
0727 – Kalianda (Kabupaten Lampung Selatan)
0728 – Kota Liwa (Kabupaten Lampung Barat)
0729 – Pringsewu (Kabupaten Pringsewu)
DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat
021 – Kepulauan Seribu, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Tigaraksa (Kabupaten Tangerang), Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan (Pamulang), Kota Bekasi, Cikarang (Kabupaten Bekasi), Kota Depok, Cibinong (Kabupaten Bogor)
022 – Kota Bandung, Kota Cimahi, Soreang (Kabupaten Bandung), Lembang, Ngamprah (Kabupaten Bandung Barat)
0231 – Kota Cirebon, Sumber, Losari (Kabupaten Cirebon)
0232 – Kabupaten Kuningan
0233 – Kadipaten (Kabupaten Majalengka)
0234 – Jatibarang (Kabupaten Indramayu)
0251 – Kota Bogor
0252 – Rangkasbitung (Kabupaten Lebak)
0253 – Pandeglang, Labuan (Kabupaten Pandeglang)
0254 – Kota Serang, Kabupaten Serang, Merak (Kota Cilegon)
0257 – Cinangka, Serang (Kabupaten Serang)
0260 – Pamanukan (Kabupaten Subang)
0261 – Kabupaten Sumedang
0262 – Kabupaten Garut
0263 – Kabupaten Cianjur
0264 – Kabupaten Purwakarta, Cikampek)
0265 – Kota Tasikmalaya, Kadipaten, Singaparna (Kabupaten Tasikmalaya), Kota Banjar, Ciamis, Pangandaran (Kabupaten Ciamis)
0266 – Kota Sukabumi, Palabuhanratu (Kabupaten Sukabumi)
0267 – Kabupaten Karawang
Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta
024 – Semarang, Ungaran
0271 – Surakarta (Solo), Kartasura, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen
0272 – Klaten
0273 – Wonogiri
0274 – Yogyakarta, Sleman, Wates, Bantul, Wonosari
0275 – Purworejo,Kutoarjo
0276 – Boyolali
0280 – Majenang, Sidareja (Kabupaten Cilacap bagian barat)
0281 – Purwokerto, Banyumas, Purbalingga
0282 – Cilacap (bagian timur)
0283 – Tegal, Slawi, Brebes
0284 – Pemalang
0285 – Pekalongan, Batang (bagian barat)
0286 – Banjarnegara, Wonosobo
0287 – Kebumen, Gombong
0289 – Bumiayu (Kabupaten Brebes bagian selatan)
0291 – Demak, Jepara, Kudus
0292 – Purwodadi
0293 – Magelang, Mungkid, Temanggung
0294 – Kendal, Kaliwungu, Weleri, Batang (bagian timur)
0295 – Pati, Rembang, Lasem
0296 – Blora, Cepu
0297 – Karimun Jawa
0298 – Salatiga, Ambarawa (Kabupaten Semarang bagian tengah dan selatan)
0356 – Rembang bagian Timur (wilayah yang berbatasan dengan Tuban)
Jawa Timur
031 – Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Bangkalan
0321 – Mojokerto, Jombang
0322 – Lamongan, Babat
0323 – Sampang
0324 – Pamekasan
0325 – Sangkapura (Bawean)
0327 – Kepulauan Kangean, Kepulauan Masalembu
0328 – Sumenep
0331 – Jember
0332 – Bondowoso, Sukosari, Prajekan
0333 – Banyuwangi, Muncar
0334 – Lumajang
0335 – Probolinggo, Kraksaan
0336 – Ambulu, Puger (Kabupaten Jember bagian selatan)
0338 – Situbondo, Besuki
0341 – Malang, Kepanjen, Batu
0342 – Blitar, Wlingi
0343 – Pasuruan, Pandaan, Gempol
0351 – Madiun, Caruban, Magetan, Ngawi
0352 – Ponorogo
0353 – Bojonegoro
0354 – Kediri, Pare
0355 – Tulungagung, Trenggalek
0356 – Tuban
0357 – Pacitan
0358 – Nganjuk, Kertosono
Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur
0361 – Denpasar, Gianyar, Kuta, Tabanan, Tampaksiring, Ubud
0362 – Singaraja
0363 – Amlapura
0364 – Kota Mataram
0365 – Negara, Gilimanuk
0366 – Klungkung, Kintamani
0368 – Baturiti
0370 – Mataram, Praya
0371 – Sumbawa
0372 – Alas, Taliwang
0373 – Dompu
0374 – Bima
0376 – Selong
0380 – Kupang, Baa (Roti)
0381 – Ende
0382 – Maumere
0383 – Larantuka
0384 – Bajawa
0385 – Labuhanbajo, Ruteng
0386 – Kalabahi
0387 – Waingapu, Waikabubak
0388 – Kefamenanu, Soe
0389 – Atambua
Kalimantan Barat
0561 – Pontianak, Mempawah
0562 – Sambas, Singkawang, Bengkayang
0563 – Ngabang
0564 – Sanggau
0565 – Sintang
0567 – Putussibau
0568 – Nanga Pinoh
0534 – Ketapang
Kalimantan Tengah
0513 – Kuala Kapuas, Pulang Pisau
0519 – Muara Teweh
0522 – Ampah (Dusun Tengah, Barito Timur)
0525 – Buntok
0526 – Tamiang Layang
0528 – Purukcahu
0531 – Sampit
0532 – Pangkalan Bun, Kumai
0534 – Kendawangan
0536 – Palangkaraya, Kasongan
0537 – Kuala Kurun
0538 – Kuala Pembuang
0539 – Kuala Kuayan (Mentaya Hulu, Kotawaringin Timur)
Kalimantan Selatan
0511 – Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, Marabahan
0512 – Pelaihari
0517 – Kandangan, Barabai, Rantau, Negara
0518 – Kotabaru, Batulicin
0526 – Tanjung
0527 – Amuntai
Kalimantan Timur
0541 – Samarinda, Tenggarong
0542 – Balikpapan
0543 – Tanah Grogot
0545 – Melak
0548 – Bontang
0549 – Sangatta
0551 – Tarakan
0552 – Tanjungselor
0553 – Malinau
0554 – Tanjung Redeb
0556 – Nunukan
Sulawesi Utara
0430 – Amurang
0431 – Manado, Tomohon, Tondano
0432 – Tahuna
0434 – Kotamobagu
0438 – Bitung
Gorontalo
0435 – Gorontalo, Limboto
0443 – Marisa
Sulawesi Tengah
0450 – Parigi
0451 – Palu
0452 – Poso
0453 – Tolitoli
0455 – kotaraya, Moutong
0457 – Donggala
0458 – Tentena
0461 – Luwuk
0462 – Banggai
0463 – Bunta
0464 – Ampana
0465 – Kolonedale
Sulawesi Barat
0422 – Majene
0426 – Mamuju
0428 – Polewali
Sulawesi Selatan
0410 – Pangkep
0411 – Makassar, Maros, Sungguminasa
0413 – Bulukumba
0414 – Bantaeng (Selayar)
0417 – Malino
0418 – Takalar
0419 – Janeponto
0420 – Enrekang
0421 – Parepare, Pinrang
0422 – Manene
0423 – Makale, Rantepao
0427 – Barru
0428 – Wonomulyo
0471 – Palopo
0472 – Pitumpanua
0473 – Masamba
0474 – Malili
0475 – Soroako
0481 – Watampone
0482 – Sinjai
0484 – Watansoppeng
0485 – Sengkang
Sulawesi Tenggara
0401 – Kendari
0402 – Baubau
0403 – Raha
0404 – Wanci
0405 – Kolaka
0408 – Unaaha
Maluku dan Maluku Utara
0910 – Bandanaira
0911 – Ambon
0913 – Namlea
0914 – Masohi
0915 – Bula
0916 – Tual
0917 – Dobo
0918 – Saumlaku
0921 – Soasiu
0922 – Jailolo
0923 – Morotai
0924 – Tobelo
0927 – Labuha
0929 – Sanana
0931 – Saparua
Papua dan Papua Barat
0901 – Timika, Tembagapura
0902 – Agats (Asmat)
0951 – Sorong
0952 – Teminabuan
0955 – Bintuni
0956 – Fakfak
0957 – Kaimana
0966 – Sarmi
0967 – Jayapura, Abepura
0969 – Wamena
0971 – Merauke
0975 – Tanahmerah
0980 – Ransiki
0981 – Biak
0983 – Serui
0984 – Nabire
0985 – Nabire
0986 – Manokwari
Daftar Prefix Telepon Seluler di Indonesia

Fixed CDMA Wireless

Penomoran untuk FWA CDMA mengikuti aturan PSTN (kode area)-XXXX-XXXX. Dimana X tergantung pada slot kosong rencana penomoran, dan dapat bervariasi antara kota-kota. Tapi kebanyakan, untuk Jakarta (dan beberapa kota besar lainnya), penomoran biasanya dilakukan sebagai berikut:
PT Bakrie Telecom Tbk (Esia): (kode area)-9XXX-XXXX, (021)-80XX-XXXX
PT Telkom Tbk (TelkomFlexi): (021)-70XX-XXXX, (021)-68XX-XXXX, (kode area)-54XX-XXX, (kode area)-70XX-XXX, (kode area)-80XX-XXX, (kode area)-81XX-XXX, (kode area)-68XX-XXX, (kode area)-3XXX-XXXX
PT Indosat Tbk (StarOne): (021)-30XX-XXXX, (031)-60XX-XXXX, (kode area)-61XX-XXX, (kode area)-62XX-XXX, (kode area)-63XX-XXX, (kode area)-90XX-XXXX
PT Mobile-8 Telecom Tbk (Hepi): (kode area)-50XX-XXXX, (kode area)-21XX-XXXX, (kode area)-31XX-XXXX
CDMA Mobile Wireless
PT Mobile-8 (Fren): 0888-XXXX-XXXX
PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (Ceria): 0828-XXXX-XXXX
PT Sinar Mas (Smart): 0881-XXXX-XXX 0882-XXX-XXX
GSM Mobile Wireless
PT Indosat
Matrix: 0814 (11-12 digit), 0815 (11 digit), 0816 (10 digit), 0855 (11 digit)
Mentari: 0815 (12 digit), 0858 (12 digit)
IM3: 0856 (11-12 digit), 0857 (12 digit)
PT Telkomsel
kartuHALO: 0811 (10-11 digit), 0812 (11 digit)
simPATI: 0812 (12 digit), 0813 (12 digit), 0821 (12 digit)
kartu As: 0852 (12 digit), 0853 (12 digit)
PT XL Axiata
XL Pascabayar: 0817 (10-11 digit), 0818 (10 digit), 0819 (11 digit)
XL Prabayar: 0818 (10-12 digit), 0819 (12 digit), 0859 (12 digit), 0877 (12 digit), 0878 (12 digit), 0879 (12 digit), 0817 (10-11 digit)
PT Hutchison CP Telecommunications
3: 0899 (11 digit), 0898 (11 digit), 0897 (11 digit), 0896 (12 digit)
PT Natrindo Telepon Selular
Axis: 0838 (11-12 digit), 0831 (11 digit)
Telepon Satelit
PT Indosat: Inmarsat.
PT Pasifik Satelit Nusantara: Byru, prefix: 08681
»»  Read More ...

Sejarah Headset

Headset adalah gabungan antara headphone dan mikrofon. Alat ini biasanya digunakan untuk mendengarkan suara dan berbicara dengan perangkat komunikasi atau komputer, misalnya untuk VoIP. Teknologi headset sudah merambah ke dunia komunikasi, khususnya teknologi telepon selular.
Sejarah Penemuan Headset
Headset diciptakan pertama kali pada tahun 1910 oleh Nathaniel Baldwin, mahasiswa Universitas Stanford. Namun penemuannya ini tidak langsung menjadi perhatian publik, karena seperti layaknya penemu-penemu pada zaman itu, Baldwin tidak mampu menemukan orang yang berminat untuk memproduksi temuannya secara massal.

Perkembangan Headset
Alat dengar telinga untuk telepon sebenarnya sudah ada sejak abad ke-20. Di tahun 1986, terdapat teknologi pengurangan gangguan suara dengan mengembangkan headset untuk melindungi pendengaran pilot dari kebisingan. Ketika itu, juga terkenal produksi ear canal earphones dengan active noise control untuk pertama kali. Setelah itu, hanya alat sensitive earphone tersebut satu-satunya cara untuk mendengar sinyal audio sebelum amplifier dikembangkan.
Pada Perang Dunia I, angkatan bersenjata Amerika mengetahui penemuan Baldwin dan memproduksi 100 headset untuk pilot mereka yang akan digunakan untuk keperluan perang. Oleh karena itu penggunaan awal dan pasar untuk headset terutama untuk tujuan penerbangan.
Semenjak itulah masyarakat mulai sadar dengan teknologi ini, bahkan pada 1961 headset dipakai dalam kokpit pesawat terbang. Para pilot menyukainya karena headset ini ringan dan nyaman dipakai. Headset pertama kali digunakan untuk pesawat telepon pada tahun 1970. Pada awal 2000, bersamaan dengan berkembangnya telepon selular, headset jenis nirkabel berbasis teknologi Bluetooth mulai populer dipakai.
Selama tahun 1990 dan 2000 headset menjadi tipe yang paling digemari untuk alat musik pribadi. Dan tahun 1919, sensitive earphone ini digunakan umumnya untuk radio. Keadaannya belum sebagus sekarang. Gangguan/noise masih banyak dan kualitas suaranya pun masih kasar/mentah. Dahulu ketika menggunakan radio, headset harus disambungkan ke terminal baterai yang bertegangan volt tinggi dan terminal baterai di tanah. Penggunaan koneksi listriknya pun tidak nyaman bagi pengguna karena menggagetkan.

Penggunaan Headset
Headset umumnya tidak mahal dan didukung sebagai alat yang praktis dibawa-bawa dan menyenangkan banyak orang, tetapi headset tidak dilengkapi dengan isolasi karena tidak dapat mengirimkan tingkat dinamika yang sama sehingga headset lebih sering digunakan di volume suara yang tinggi. Hal ini dapat pula meningkatkan risiko tinggi akan bahaya fungsi pendengaran.
Headset dapat digunakan untuk hiburan seperti CD, DVD player, home theater, video games, computer, dan lain-lain. Juga digunakan di portable device seperti digital audio player/mp3 player, handphone, dan lain-lain. Headset juga digunakan untuk di stasiun-stasiun TV sebagai alat pengantar pesan dari direktur acara ke presenter atau kru TV lainnya. Sehingga komunikasi tercapai tanpa didengar pihak-pihak lain. Bisa juga di studio rekaman dengan ruang kedap suara agar tidak ada noise lain yang terdengar.

Keuntungan Penggunaan Headset
Dengan adanya headset, orang-orang lebih dapat mendengarkan suara secara bebas. Bisa dengan berapa pun tingkat volumenya atau mendengarkan suara apa saja, kapan saja, dan dimana saja. Privasi masing-masing individu pun terjaga. Keuntungan lainnya adalah kedap suara. Suara dari luar tidak masuk mengganggu dan demikian pula sebaliknya. Sound isolating earphone pun sangat berperan di sini selain dari privasi.
Dampak Buruk Penggunaan Headset
Terlalu sering menggunakan atau terlalu memaksa untuk memakai headset akan menyebabkan kerusakan gangguan pendengaran bahkan sampai pada tahap tuli. Apalagi biasanya headset digunakan dengan diset sekeras-kerasnya untuk melawan noise dari luar yang biasanya kita gunakan di tempat-tempat ramai/bising. Hal ini sangat berisiko tinggi.
Ketulian sudah dapat menyerang orang semakin dini. Awal-awalnya telinga yang sering menggunakan headset tidak terasa apa-apa tetapi ketika hendak mencabut headset, telinga terasa panas dan berdengung hebat. Hal ini terjadi akibat kelelahan koklea (rumah siput), yang berperan penting dalam proses pendengaran. Kelelahan koklea yang terjadi terus-menerus dan tak segera ditangani dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang permanen.
Untuk orang dengan pendengaran normal, audiogram terletak antara nol dan 20 desibel. Di atas angka itu, artinya kondisi telinga sudah tidak baik lagi. Hanya dapat diobati dengan terapi hiperbalik (memberi obat-obatan khusus) agar tingkat ketuliannya berkurang, tetapi pengobatan ini hanya mengurangi gangguan dan bukan menyembuhkannya. Hal ini karena bagian telinga yang rusak adalah sel rambut pada organ telinga bagian dalam yang berfungsi menangkap rangsangan atau frekuensi suara. Bila bagian ini sudah terganggu dan rusak, maka tidak akan bisa kembali normal lagi.
Selain itu, jangan menggunakannya saat menyetir atau di jalan raya yang berisik. Ini akan membuat pengguna tidak mendengar suara peringatan dari orang atau mobil yang lain, yang kemungkinan besar dapat menyebabkan kecelakaan. Self-awareness (tinggkat kesadaran diri) dari penggunanya pun akan menurun karena pengalihan konsentrasi kita dari lingkungan sekitar dan jalan ke suara dari headset. Keseimbangan badan pun bisa kacau karena tekanan udaranya mempengaruhi keseimbangan badan ketika kita menggunakan headset di jalan atau sedang menyetir.



»»  Read More ...

Sabtu, 23 Juli 2011

10 Pesawat Pribadi Super Mewah

 Tuhan tidak memberikan manusia sayap, tapi membekali manusia dengan ide bagaimana manusia agar dapat terbang. Dunia sudah mulai bergerak dengan kecepatan sangat cepat dan untuk menyesuaikan dengan gaya hidup ini, pesawat terbang telah menjadi sarana transportasi terbaik. Orang yang menjalankan bisnis yang luas, perlu melakukan perjalanan dari satu sudut planet ke sudut yang lain sekarang dan kemudian hari. Bagi mereka, menunggu jadwal penerbangan di bandara seperti membuang-buang waktu yang berharga. Untuk memastikan Anda seperti Richie Rich yang tidak membuang-buang waktu saat bepergian, desainer telah merancang konsep jet pribadi dan helikopter yang cocok dengan gaya hidup Anda. Berikut ini adalah daftar sepuluh konsep pesawat mewah, yang akan membuat Anda terpesona.


1. AvA one

Untuk membuat Anda merasa yang lebih spesial, Timon Sager telah merancang sebuah jet pribadi bernama AvA one. AvA one akan didukung oleh mesin Boeing X-32 prototype thrust engine. Jet supersonik, nyaman dan aman dilengkapi dengan panel surya pada sayap, yang membuatnya ringan. Memiliki berat 9.100 kg, AvA one menggunakan sumber energi terbarukan. Kontrol kemudi yang futuristik, yang membuatnya melakukan manuver dan juga dilengkapi dengan tampilan yang menarik.

2. Icon A5

DEO, Art Center, Nissan Design America, Troy Lee Designs, Scaled Composites, and L.A.-based Icon Aircraft bergabung untuk menciptakan Icon A5. Pesawat sporty dibuat menggunakan epoxy komposit serat karbon yang diperkuat, dan ukuran 22 kaki panjangnya. Telah dilengkapi dengan sayap yang bisa dilipat. Ini mengurangi lebar sayap dari 34 kaki ke 8,5 kaki. Pesawat ringan ini berharga USD $139.000 dan diharapkan untuk dapat segera terbang pada tahun 2015.

3. FlyNano

Aki Suokas, seorang insinyur penerbangan telah membuat sebuah pesawat dinamai FlyNano berberat 70 kg. Pesawat satu kursi terbuat dari komposit serat karbon dan dapat mencapai kecepatan 70 km / jam sampai 140 km / jam dan mampu take-off dengan berat 200 kg, bahkan bisa mendarat dan lepas landas di atas air. FlyNano akan tersedia dalam tiga varian, yang mencakup semua versi 20kW listrik, berbahan bakar bensin dan 24 bhp model 35 bhp. FlyNano, seperti namanya, akan membakar lubang nano di saku Anda dipatok pada €27.000 (US$ 39.000).

4. Fly Supersonic Business Jet

Seperti yang terlihat dari namanya, Fly Supersonic Business Jet telah dirancang untuk orang-orang yang memiliki kerajaan bisnis yang luas. Orang-orang ini memiliki jadwal padat dan selalu terburu-buru. Konsep dari Rusia ini memiliki waktu penerbangan kira-kira 4 jam. Secara total, 9 orang penumpang dapat melakukan perjalanan ini yang meliputi 6 penumpang, 2 pilot dan 1 pramugari. Dengan ketinggian jelajah 20.000 meter, dengan semua kenyamanan dan fungsionalitas mengesankan.

5. Cobalt Aircraft’s Co50

Siap untuk bersaing dengan produsen pesawat pribadi, seperti Cirrus dan Cessna, adalah Cobalt Aircraft dengan konsep Cobalt Co50. Dengan kisaran jarak tempuh 1.150 mil, Cobalt Co50 dilengkapi dengan 350-hp twin-turbo-charged TSIOF-550-D2B. Kemewahan dilengkapi dengan jok kulit, yang telah dijahit dengan tangan dan dapat bertahan 245 KTAS pada 8.000 kaki. Ditata dengan cara yang anggun dan mewah, Cobalt Co50 Concept memiliki kabin sangat luas.

6. Falx Air Hybrid Tilt-Rotor Chopper

Falx Air Ltd, sebuah perusahaan yang berbasis dari North Staffordshire UK, adalah yang pertama dari jenisnya untuk menggabungkan teknologi terbaik dan keterampilan dalam Vertical Take off and Landing/VTOL platform. Memiliki pengalaman sembilan tahun, Falx telah mampu menyusun platform helikopter yang memastikan efisiensi maksimum dan pemanfaatan bahan bakar untuk pesawat itu. Tentu saja, desain pesawat terbaru telah diciptakan dengan kopling sampai efisiensi cadangan baterai, teknologi dan motor listrik yang paling menakjubkan.

7. U-Fly personal aircraft

Jika impian Anda adalah untuk terbang di langit, kemudian U-Fly yang dirancang oleh Gary Redman di sini datang untuk memberikan sayap kepada Anda. Sebuah pesawat satu kursi, lalu ia akan mengirim adrenalin Anda sama seperti kendaraan sport. Seseorang yang beratnya mencapai 100kg dan tinggi 1,9 meter masih dapat menikmati apa yang U-Fly tawarkan.

8. Oriens Glider

Oriens Glider telah memanfaatkan konsep motorglide lebih lanjut dengan memasukkan desain transparan. Glider, hemat energi dan telah dibuat dari bahan daur ulang. Dirancang oleh Roland Cernat, ia memiliki garis organik glossy dan energi bersih. Orien telah dibuat dari flax bio-compound yang memberikan bobot ringan.

9. EQP2 Excursion

EQP2 Excursion dirancang oleh Roar Øyvind Berven dan Tomas Brodreskift. Pesawat dilengkapi dengan dua baling-baling listrik dan memiliki jangkauan 1.265 mil. Hal ini dapat mencapai kecepatan tertinggi 250 mph dengan kapasitas duduk dua orang. EQP2 Excursion diharapkan untuk membuat terbang pada tahun 2013.

10. Maverick Jets Solo

Jet dengan kecepatan Maverick Jets. Pesawat 5 kursi dapat mencakup lebih dari 600 mil hanya dalam satu jam dan dilengkapi dengan interior yang nyaman. Dalam satu menit, dengan skala tinggi sampai 8000 ft. Jadi, jika Anda memiliki 1,25 juta dollar, maka Anda berhak untuk memiliki pesawat seperti ini.


 (elektech.blogspot.com)

»»  Read More ...

Jumat, 22 Juli 2011

7 Pesawat Indonesia (Komersial dan Tempur) di Era Modern

Di bidang penguasaan teknologi pesawat terbang, Indonesia telah terkenal sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memproduksi dan mengembangkan pesawat sendiri. Walaupun di bidang pemasaran produksi pesawatnya sendiri harus kita akui kita masih kalah bila dibandingkan dengan Brazil, yang mengembangkan EMBRAER dan memasarkannya ke seluruh dunia.

Akan tetapi, beberapa tahun belakangan ini, beberapa negara mulai mengalihkan perhatiannya ke pesawat buatan Indonesia, sebut saja Malaysia, Pakistan, UAE, Philipina, dan Korea Utara, serta beberapa negara lainnya. CN-235 tampaknya akan mendapatkan pangsa pasar yang lebih luas di beberapa tahun kedepan setelah lebih banyak negara yang sadar akan kehandalannya. Malaysia sendiri berencana memesan 4 pesawat tambahan untuk menambah jumlah pesawat CN-235 yang sudah mereka miliki.

Apalagi dengan kejadian jatuhnya pesawat MA-60 milik PT Merpati Nusantara Airlines buatan Xi’an Aircraft International Company semakin menuai opini : " Kenapa kita tidak menggunakan pesawat produksi dalam negeri saja ? ". Padahal banyak laporan yang melansir bahwa harga pesawat China malahan terlalu mahal dibanding produksi dalam negeri, apalagi ditambah kualitas barang yang patut dipertanyakan, bahkan ada isu yang berkembang bahwa pembelian pesawat China tersebut dibumbui unsur KKN (perlu dicheck ulang kontraknya ?, itu pun perkataan banyak media massa).

Nah, sebetulnya untuk kelas pesawat yang sama, PT. DI sendiri juga telah memiliki jenis pesawat CN 235 yang kompetitif, sudah teruji kehandalannya dan terpakai oleh beberapa negara dunia, termasuk diantaranya Amerika. Apalagi dengan bebagai prototipe yang lain yang dahulu maupun yang akan datang telah dikembangkan. Terlepas dari unsur politik dan kebijakan, perlu kita ketahui pesawat-pesawat buatan Indonesia yang saat ini tengah dipasarkan dan dikembangkan karena masih berupa prototype yang sudah lulus uji aerodinamika.


1. Pesawat N-2130

Pesawat N-2130 - 7 Pesawat Buatan Indonesia Komersial dan Tempur - www.iniunik.web.id

N-2130 adalah tipe pesawat jet yang hendak dikembangkan PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) pada masa jaya perusahaan tersebut di pertengahan 1990-an. Pengembangan pesawat jet komuter dengan jumlah penumpang antara 80–130 orang itu mungkin terinspirasi pesawat yang dikembangkan perusahaan pesawat terbang Brasil,Embraer. Bedanya, Embraer sekarang ini menghasilkan pesawat Embraer Regional Jet (ERJ) yang banyak digunakan perusahaan penerbangan Amerika Serikat (AS), terutama untuk shuttle flight pada jalur-jalur padat Boston, New York, Washington DC, dan Miami.

Adapun N-2130 ternyata hanya menjadi mimpi karena terkubur krisis moneter 1998. Sebagai rentetan krisis tersebut, pemerintah harus menghentikan bantuan kepada IPTN sebagai bagian kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional (IMF). Hari ini, lebih dari 10 tahun sejak krisis moneter, kita berada pada posisi yang jauh lebih baik dan siap untuk menghidupkan kembali proyek tersebut.

Ada beberapa alasan kuat untuk itu. Pertama, Indonesia sudah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang patut diperhitungkan. Dalam krisis global baru-baru ini, Indonesia berhasil untuk tetap menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang moderat bersama China dan India. Perkembangan tersebut membuat Indonesia masuk dalam radar perekonomian global.

Ini berarti apa yang diproduksi Indonesia mulai diperhitungkan perusahaan penerbangan di luar negeri. Kedua, perkembangan tersebut juga memperkuat daya beli rakyat dan dunia usaha Indonesia. Jika 12 tahun lalu hanya Garuda dan Merpati yang menjadi perusahaan penerbangan nasional, sekarang banyak perusahaan penerbangan yang mampu membeli pesawat dalam jumlah besar.

Pesawat N-2130 - 7 Pesawat Buatan Indonesia Komersial dan Tempur - www.iniunik.web.id

Perkembangan traffic dan jumlah penumpang pesawat terbang melonjak sehingga sangat layak jika industri pembuat pesawat terbang akan kecipratan berkah di tahun-tahun mendatang, menurut perkiraan Compliance Services Indonesia. Ketiga, dalam keadaan terjepit pun PT IPTN, yang kini bermetamorfosis menjadi PT Dirgantara Indonesia (PT DI), mampu memasarkan produk ke pelanggan di luar negeri. Korea Selatan sudah membeli beberapa pesawat CN 235, termasuk empat di antaranya yang merupakan pesanan Departemen Pertahanan Korea Selatan untuk patroli maritim.

Demikian juga dengan Malaysia, Thailand,Pakistan,dan Turki. Korea Selatan, Malaysia, dan Pakistan bahkan telah membeli pesawat jenis CN 235 untuk digunakan sebagai pesawat kepresidenan. Keempat, PT DI pada 2009 mulai berhasil mencetak laba. Perolehan pendapatan tersebut diperkirakan semakin besar pada 2010 dengan adanya pesanan 10 helikopter untuk Angkatan Udara dan Basarnas serta pesanan tiga pesawat CN 235–200 MPA untuk menggantikan pesawat Nomad Angkatan Laut Indonesia.

Ini membuktikan restrukturisasi perusahaan tersebut mulai berhasil dalam meningkatkan efisiensi. Kelima, Indonesia sudah lulus dari program IMF. Ini berarti Indonesia memiliki kebebasan penuh untuk mengembangkan kembali cita-cita. Saya yang pernah bekerja di IMF selama lima tahun sangat memahami bahwa tidak ada dari lembaga internasional tersebut yang dapat mencegah kita melakukan hal tersebut.

Keenam, kemampuan keuangan pemerintah.Keuangan pemerintah sekarang sangat kuat. Kecilnya defisit APBN maupun rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) merupakan ukuran internasional yang menunjukkan kekuatan kita. (Tulisan saya pekan lalu,“Utang Pemerintah dalam Perekonomian Global”, menjelaskan hal tersebut). Sekarang ini pemerintah memiliki uang tunai yang jumlahnya sekitar Rp200 triliun. Uang tersebut setiap kali justru semakin bertambah dan bukannya berkurang.

Untuk pengembangan N–2130, pemerintah perlu memastikan keekonomiannya dan sangat mungkin memberikan bantuan. Terlebih lagi jika PT DI mampu menunjukkan laba kembali dalam dua tahun ke depan, bukan hanya perbankan yang akan berebut untuk memberikan pembiayaan, pasar modal pun akan terbuka lebar untuk menerima penawaran saham perdana (IPO) PT DI. Ketujuh, alasan idealisme.

Begitu banyak tenaga ahli penerbangan Indonesia eks IPTN yang sekarang ini berdiaspora di luar negeri. Mereka mampu mengembangkan keahliannya dan diakui oleh raksasa industri penerbangan di Amerika, Eropa maupun negara-negara lain, sedangkan kesempatan untuk mengembangkan industri di Tanah Air sebetulnya juga terbuka lebar. Berdasarkan hal-hal tersebut, yang daftarnya juga bisa diperpanjang, merupakan suatu kesia-siaan membiarkan PT DI berjuang sendiri.

Sebagai perusahaan, dengan keuntungan yang dihasilkan saat ini,mereka jelas akan mampu berkembang. Namun kecepatan pertumbuhan mereka akan sangat rendah tanpa ada keberpihakan pemerintah. Pemerintah dapat mulai membantu PT DI dengan menghidupkan kembali pesawat N250 yang sudah menghasilkan prototipe, bahkan sudah pula hadir dalamAir Show di Eropa sebelum krisis moneter 1998.

Pesawat yang sekelas dengan ATR 42 dan salah satu varian dari Embraer tersebut memiliki potensi yang sangat besar bagi penggunaannya di Indonesia yang memiliki banyak bandara berlandasan pendek. Seiring pengembangan N250, riset dan pengembangan produk pesawat N-2130 mulai dapat diintensifkan.

Dengan kerangka waktu lebih tertata, kita bisa mengharapkan bahwa dalam tiga-empat tahun ke depan, kita sudah memiliki gambaran untuk melihat prospek yang lebih jelas bagi pesawat tersebut. Visi 2025 pemerintah jelas, yaitu menginginkan Indonesia menjadi negara maju di tahun tersebut. Let’s just do it. Marilah kita mengisi visi tersebut dengan segenap kemampuan kita. Jika Brasil bisa, kenapa kita tidak?

2. Pesawat N-250

Pesawat N-250 - 7 Pesawat Buatan Indonesia Komersial dan Tempur - www.iniunik.web.id

Prototipe pesawat N250 sendiri pernah terbang menuju Le Bourget Perancis untuk mengikuti Paris Air Show. Penampilan perdana pesawat N250 tersebut menggetarkan lawan-lawannya, karena merupakan pesawat yang menggunakan teknologi fly by wire yang pertama dikelasnya. Pada saat tersebut (dan juga sekarang) pesawat sekelas adalah ATR 42 yang merupakan produksi pabrik pesawat Prancis ATR, Fokker F50, produksi pabrik pesawat Fokker Belanda dan Dash 8, produksi pabrik pesawat De Havilland (sekarang Bombardier) dari Kanada.

Pesawat N250 murni merupakan rancang bangun anak bangsa. Setelah melewati fase-fase yang panjang sejak didirikannya tahun 1976, PTDI awalnya membuat pesawat dan helikopter dengan lisensi dari perusahaan pesawat lainnya. Pesawat C212 merupakan pesawat lisensi dari Casa Spanyol yang juga di buat di PTDI, kemudian pengembangan dari pesawat tersebut adalah NC212. Tahapan berikutnya adalah memproduksi pesawat komersial yang lebih besar yang rancang bangunnya kerjasama dengan Casa Spanyol yaitu pesawat CN-235 (bermesin 2 dan berpenumpang 35). Pesawat CN235 diberi nama Tetuko, tokoh dalam pewayangan.

N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN atau PT. DI sekarang. Menggunakan kode N yang berarti Nusantara menunjukkan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industri penerbangan di Indonesia. Pesawat ini diberi nama gatotkoco (Gatotkaca).

Dan tahapan berikutnya adalah pesawat terbang N250 Gatot Koco yang murni merupakan rancang bangun dari PTDI. Pesawat N250 dirancang mempunyai kapasitas penumpang 50 orang. Kapasitas penumpang berkisar 50 memang diprediksi akan menguasai pangsa pasar pesawat komersial. Diprediksi waktu itu, kebutuhan pasar atas pesawat komersial antara 2000 – 2020 sekitar 8000 pesawat, dan diperkirakan 45% adalah pesawat sekelas N250.

Pesawat ini merupakan primadona IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada tahun 1995). Menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng. Namun akhirnya pesawat ini dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997. Rencananya program N-250 akan dibangun kembali oleh B.J. Habibie setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan perubahan di Indonesia yang dianggap demokratis. Namun untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan daya saing harga di pasar internasional, beberapa performa yang dimilikinya dikurangi seperti penurunan kapasitas mesin,dan direncanakan dihilangkannya Sistem fly-by wire.

3. Pesawat CN-235

Pesawat CN-235 - 7 Pesawat Buatan Indonesia Komersial dan Tempur - www.iniunik.web.id

CN-235 adalah pesawat angkut jarak sedang dengan dua mesin turbo-prop. Pesawat ini dikembangkan bersama antara CASA di Spanyol and IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) sebagai pesawat terbang regional dan angkut militer. Versi militer CN-235 termasuk patroli maritim, surveillance dan angkut pasukan. CN-235 adalah sebuah pesawat angkut turboprop kelas menengah bermesin dua. Pesawat ini dirancang bersama antara IPTN Indonesia dan CASA Spanyol. Pesawat CN-235, saat ini menjadi pesawat paling sukses pemasarannya dikelasnya.

Desain & Pengembangan

CN-235 diluncurkan sebagai kerja sama antara CASA dan IPTN. Kedua perusahaan ini membentuk perusahaan Airtech company untuk menjalankan program pembuatan CN-235. Desain dan produksi dibagi rata antara kedua perusahaan. Kerja sama hanya dilakukan pada versi 10 dan 100/110. Versi-versi berikutnya dikembangankan secara terpisah oleh masing-masing perusahaan.

Desain awal CN-235 dimulai pada Januari 1980, purnarupa pesawat terbang perdana pada 11 November 1983. Sertifikasi Spanyol dan Indonesia didapat pada tanggal 20 Juni 1986. Pesawat produksi terbang pertama pada 19 August 1986. FAA type approval didapat pada tanggal 3 Desemebr 1986 sebelum akhirnya terbang pertama untuk pembeli pesawat pada tanggal 1 Maret 1988. Pada tahun 1995, CASA meluncurkan CN-235 yang diperpanjang, yaitu C-295

Versi Militernya Digunakan di Banyak Negara

Ternyata, versi militer CN 235 banyak diminati dan diekspor ke negara lain, yaitu :
  1. Afrika Selatan: Angkatan Udara Afrika Selatan (1)
  2. Amerika Serikat: Penjaga Pantai Amerika Serikat (8 HC-144)
  3. Arab Emirat: Angkatan Laut Persatuan Emirat Arab
  4. Arab Saudi: Angkatan Udara Arab Saudi
  5. Botswana: Angkatan Udara Botswana
  6. Brunei: Angkatan Udara Brunei (1)
  7. Chile: Angkatan Darat Chile (4 CN-235-100) satu jatuh di Antartika
  8. Ekuador: Angkatan Udara Ekuador
  9. Gabon: Angkatan Udara Gabon
  10. Indonesia: Angkatan Udara Indonesia (mengoperasikan CN235-100M, CN235-220M, CN235MPA)
  11. Irlandia: Korp Udara Irlandia (2 CN235MP)
  12. Kolumbia: Angkatan Udara Kolumbia
  13. Korea Selatan: Angkatan Udara Korea Selatan (20)
  14. Malaysia: Angkatan Udara Malaysia (8 CN235-220)
  15. Maroko: Angkatan Udara Maroko (7)
  16. Pakistan: Angkatan Udara Pakistan (4 CN235-220)
  17. Panama: Angkatan Udara Panama
  18. Papua New Guinea: Angkatan Udara Papua New Guinea
  19. Perancis: Angkatan Udara Perancis (19 CN235-100, 18 ditingkatkan menjadi CN235-200).
  20. Spanyol: Angkatan Udara Spanyol (20)
  21. Turki: Angkatan Udara Turki (50 CN235-100M); Angkatan Laut Turki (6 CN-235 ASW/ASuW MPA); Penjaga Pantai Turki (3 CN-235 MPA)
  22. Yordania: Angkatan Udara Yordania (2)

Disegani ?

Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama tahu kehebatan para insinyur Indonesia. Buktinya? Mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN 235 MPA (Maritime Patrol Aircraft) atau versi Militer.

Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi terlalu banyak dan hanya jadi mainannya BJ Habibie lalu mengapa Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati.

Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN 235 MPA terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya di dunia. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 MPA ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.

4. Pesawat N-219

Pesawat N-219 - 7 Pesawat Buatan Indonesia Komersial dan Tempur - www.iniunik.web.id

N-219 adalah pesawat generasi baru, yang dirancang oleh Dirgantara Indonesia dengan multi sejati multi misi dan tujuan di daerah-daerah terpencil. N-219 menggabungkan teknologi sistem pesawat yang paling modern dan canggih dengan mencoba dan terbukti semua logam konstruksi pesawat terbang. N-219 memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu fleksibel efisiensi sistem yang akan digunakan dalam misi multi transportasi penumpang dan kargo. N-219 akan melakukan uji terbang di laboratorium uji terowongan angin pada bulan Maret 2010 nanti. Pesawat N219 baru akan bisa diserahkan kepada kostumer pertamanya untuk diterbangkan sekira tiga tahun atau empat tahun lagi. N-219 merupakan pengembangan dari NC-212.

Spesifikasi :
  • Multi Purpose, dapat dikonfigurasi ulang
  • 19 Penumpang, tiga sejajar
  • Campuran kargo penumpang
  • Kinerja STOL
  • Biaya operasional rendah

Saat ini, penerbangan perintis di beberapa wilayah Nusantara seperti Papua masih menggunakan pesawat-pesawat produksi lama, seperti Twin Otter. Beberapa unit yang ada telah tidak layak pakai sehingga diperlukan pesawat yang lebih modern.

Karenanya, sejak tahun 2006, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) mengembangkan pesawat N219 berkapasitas 19 orang untuk menggantikan peran pesawat perintis yang ada sekarang. Saat ini, uji aerodinamika pesawat tersebut telah dituntaskan.

Agar tidak mengalami kegagalan seperti pesawat CN 250, pihak PT DI akan memproduksi pesawat berdasarkan order. "Kedepannya akan buat 25 unit dulu dan mengupayakan seluruhnya terjual dahulu.

Pembuatan sejumlah unit memerlukan dana sekitar Rp 1 triliun. Jumlah ini menurut Andi cukup minim untuk membuat pesawat. Ia menargetkan, sejumlah pesawat akan dibeli oleh pemerintah daerah.

Andi juga mengatakan, spesifikasi pesawat N219 dirancang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia. Pesawat ini mampu mendarat di landasan yang pendek sehingga bisa diaplikasikan di wilayah terpencil dengan lahan terbatas.

"Pesawat ini juga dirancang bisa membawa bahan bakar tambahan. Kita menyadari bahwa tidak setiap daerah memiliki tempat pengisian bahan bakar," hal ini merupakan kelebihan pesawat N219.

Pengembangan pesawat ini didasarkan pada karakteristik geografis Indonesia. "Kondisi geografis kita berbeda dengan negara lain yang harus punya solusi sendiri".

Pengembangan pesawat kecil ini diharapkan mampu menjangkau wilayah terpencil sangat pas. "Banyak wilayah Indonesia yang tak mudah dijangkau dengan transportasi darat. Pesawat perintis bisa menjadi solusi ".

Pesawat N219 memiliki potensi besar untuk dipasarkan ke daerah-daerah seperti Sumatera dan Papua. Pesawat ini juga ditargetkan bisa dipasarkan ke negara lain yang masih membutuhkan, misalnya negara-negara di Afrika.

5. Pesawat NC-212

Pesawat NC-212 - 7 Pesawat Buatan Indonesia Komersial dan Tempur - www.iniunik.web.id

NC-212 Aviocar adalah sebuah pesawat berukuran sedang bermesin turboprop yang dirancang dan diproduksi di Spanyol untuk kegunaan sipil dan militer. Pesawat jenis ini juga telah diproduksi di Indonesia di bawah lisensi oleh PT. Dirgantara Indonesia. Bahkan pada bulan Januari 2008, EADS CASA memutuskan untuk memindahkan seluruh fasilitas produksi C-212 ke PT. Dirgantara Indonesia di Bandung. PT. Dirgantara Indonesia adalah satu-satunya perusahaan pesawat yang mempunyai lisensi untuk membuat pesawat jenis ini di luar pabrik pembuat utamanya.

Pesawat Casa NC 212-200 yang digunakan dalam operasional hujan buatan dilengkapi dengan Weather Radar (Radar Cuaca) dan Global Positioning System (GPS). Radar Cuaca diperlukan untuk mengidentifikasi sifat internal dan dinamika awan yang akan disemai, sehingga sangat membantu untuk menentukan awan mana yang akan dijadikan sebagai sasaran penyemaian sekaligus sebagai panduan safety penerbangan untuk pesawat menghindari zona berbahaya di sekitar awan. GPS diperlukan untuk merekam dan mencatat posisi dan track pesawat, sehingga memberi penjelasan tempat dilakukannya eksekusi penyemaian awan.

6. Pesawat Tempur T-50 Golden Eagle

Pesawat Tempur T-50 Golden Eagle - 7 Pesawat Buatan Indonesia Komersial dan Tempur - www.iniunik.web.id

Anda pasti berfikir, dengan semua kapasitas dan teknologi yang dimiliki Indonesia, kenapa sampai sekarang Indonesia belum membuat Jet tempur ?

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akhirnya siap berkerja sama dengan Korea Selatan mengerjakan proyek pengembangan model pesawat tempur senilai US$8 miliar yang ditawarkan pemerintah negara tersebut kepada Indonesia.

Kalau memproduksi sendiri (pesawat tempur) belum bisa, tetapi kalau bergabung dengan Korea Selatan bisa terlaksana. PT DI memiliki pengalaman dalam bidang kualifikasi dan sertifikasi dalam memproduksi pesawat-pesawat yang berkecepatan rendah seperti CN-235. Sementara itu, Korea Selatan berpengalaman dalam memproduksi pesawat berkecepatan tinggi atau melebihi kecepatan suara (1 mach) T-50 Golden Eagle.

T-50 Golden Eagle adalah pesawat latih supersonik buatan Amerika-Korea. Dikembangkan oleh Korean Aerospace Industries dengan bantuan Lockheed Martin. Program ini juga melahirkan A-50, atau T-50 LIFT, sebagai varian serang ringan.

Walaupun militer Amerika Serikat tidak ada rencana untuk membeli pesawat ini, tapi penamaan militer amerika secara resmi diminta untuk pesawat ini guna menghindari konflik penamaan dikemudian hari.

Program T/A-50 dimaksudkan sebagai pengganti dari berbagai pesawat latih dan serang ringan. Ini termasuk T-38 dan F-5B untuk pelatihan dan Cessna A-37BClose Air Support; yang dioperasikan AU Republik Korea. Program ini pada awalnya dimaksudkan untuk mengembangkan pesawat latih secara mandiri yang mampu mencapai kecepatan supersonik untuk melatih dan mempersiapkan pilot bagi pesawat KF-16 (F-16 versi Korea). T-50 mmembuat Korea Selatan menjadi negara ke-12 yang mampu memproduksi sebuah pesawat tempur jet yang utuh. Beberapa produk korea lainnya adalah KT-1 produk Samsung Aerospace (sekarang bagian dari KAI), dan produk lisensi KF-16. Sebagian besar sistem utama dan teknologinya disediakan oleh Lockheed Martin, secara umum bisa disebut T/A-50 mempunyai konfigurasi yang mirip dengan KF-16.

Pengembangan pasawat ini 13% dibiayai oleh Lockheed Martin, 17% oleh Korea Aerospace Industries, dan 70% oleh pemerintah Korea Selatan. KAI dan Lockheed Martin saat ini melakukan program kerjasama untuk memasarkan T-50 untuk pasar internasional.

Program induknya, dengan nama kode KTX-2, dimulai pada 1992, tapi Departemen Keuangan dan Ekonomi menunda program KTX-2 pada 1995 karena alasan finansial. With the initial design of the aircraft, in 1999. It was renamed T-50 Golden Eagle in February 2000, with the final assembly of the first T-50 taking place between 15 January, 2001. Penerbangan pertama T-50 terjadi pada Agustus 2002, dan pengujian tugas operasional pertama mulai Juli 28 sampai 14 Agustus, 2003. Angkatan Udara Korsel menandatangani kontrak produksi untuk 25 T-50 pada Desember 2003, dan pengiriman dijadwalkan pada 2005 sampai 2009.

Varian lain dari T-50 Golden Eagle termasuk pesawat serang ringan A-50, dan pesawat yang lebih canggih FA-50. The A-50 variant is an armed version of the T-50 as a stable platform for both free-fall and precision-guided weapons. FA-50 is an A-50 modified with an AESA radar and a tactical datalink which are not yet specified. As part of the A-37 retirement-out program to be completed by 2015, sixty A-50's will be in service for the South Korean air force by 2011.

7. Pesawat Tempur KFX
(Korea Fighter Experimental)

Pesawat Tempur KFX - 7 Pesawat Buatan Indonesia Komersial dan Tempur - www.iniunik.web.id

Pesawat jet tempur KFX sendiri sebetulnya merupakan proyek lama Republic of Korea Air Force (ROKAF) yang baru bisa terlaksana sekarang. Proyek ini digagas presiden Korea Kim Dae Jung pada bulan Maret 2001 untuk menggantikan pesawat-pesawat yang lebih tua seperti F-4D/E Phantom II dan F-5E/F Tiger. Dibandingkan F-16, KFX diproyeksi untuk memiliki radius serang lebih tinggi 50 persen, sistim avionic yang lebih baik serta kemampuan anti radar (stealth).

Pemerintah Korea akan menanggung 60 persen biaya pengembangan pesawat, sejumlah industri dirgantara negara itu di antaranya Korean Aerospace Industry menanggung 20 persennya .pemerintah Indonesia 20 persen dan akan memperoleh 50 pesawat yang mempunyai kemampuan tempur melebih F-16 ini dan 100 pesawat untuk korea. Total biaya pengembangan selama 10 tahun untuk membuat prototype pesawat itu diperkirakan menghabiskan dana 6 miliar US Dollar.Pemerintah Indonesia akan menyiapkan dana US$1,2 miliar.

penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia-Korsel itu sudah dilakukan pada 15 Juli 2010 yang lalu di Seoul-Korea Selatan. Diharapkan pada tahun 2020 Sudah Ada Regenerasi Pesawat Tempur untuk kedua pihak

Spesifikasi KFX sebagai berikut :

Crew : 1
Thrust : about 52,000lbs (F414 class x 2)
Max Speed : about Mach 1.8

Armament :
  • M61 Vulcan
  • AIM-9X class short-range AAM(AIM-9X class) (indigenous, under development)
  • AIM-120 class beyond visual range AAM (not specified yet)
  • 500lbs SDB class guided bomb|KGGB (indigenous)
  • JCM class guided short range AGM (indigenous, under development)
  • SSM-760K Haeseong ASM (indigenous)
  • Boramae ALCM (indigenous, under development), or Taurus class ALCM
  • Supersonic ALCM (based on Yakhont technology) (indigenous, under development)

Mengapa PT DI tidak membuat sendiri ?

Membuat pesawat tempur jauh lebih kompleks daripada membuat pesawat penumpang karena ada tambahan sistem dalam sebuah pesawat tempur yaitu sistem kontrol senjata pada sistem avioniknya, disamping sistem mesin pendorong, sistem radar, dan struktur pesawat yang harus dirancang lebih kuat namun tetap lincah bermanuver di udara.

Pesawat tempur KFX ini dirancang untuk masuk dalam kelompok pesawat tempur generasi 4,5 yang berarti harus mempunyai 6 kemampuan yaitu :

  1. Kemampuan pesawat tempur untuk melakukan manuver ekstrim agar mendapat posisi serang paling menguntungkan (Air Combat Manuverability).
  2. Pesawat tempur harus bisa terbang lincah sehingga harus menggunakan teknologi fly by wire untuk kontrol penerbangannya.
  3. Penggunaan teknologi trust vectoring nozzles yang mampu mengubah-ubah arah semburan gas buang mesin jet agar pesawat tempur mempunyai kemampuan terbang dalam kecepatan rendah dan mampu melakukan belokan tajam.
  4. Kemampuan untuk terbang jelajah pada kecepatan supersonik dalam waktu yang lama.
  5. Radar pesawat tempur berkemampuan menjejak target diluar batas cakrawala atau beyond visual range
  6. Kemampuan menyerap dan membiaskan pancaran radar atau teknologi stealth

Jadi bisa dibayangkan seandainya PT. Dirgantara Indonesia dilibatkan dalam pembuatan pesawat tempur ini maka akan ada penguasaan teknologi kedirgantaraan baru paling tidak untuk pembuatan 50 pesawat tempur KFX yang akan dibeli Pemerintah Indonesia nantinya dari keikutsertaannya membiayai proyek ini. Penguasaan teknologi baru di bidang pembuatan pesawat tempur generasi 4,5 ini dapat menjadi modal dasar bagi PT. Dirgantara Indonesia untuk membuat pesawat tempur sendiri kelak dikemudian hari.

Jadi untuk teknologi PT DI memang belum mampu untuk membuat secara mandiri. Selain ini butuh modal besar untuk melakukan riset sendiri namun jika besama korea maka teknologi kita akan dapatkan dengan sendirinya dan kelak dapat dikembangkan lagi untuk membuat pesawat tempur ciptaan sendiri.

Penutup :
Artikel ini hanya sekedar sebuah berita. Perihal integritas, klarifikasi pro kontra dan permasalahan dalam internal PT. DI itu sendiri adalah sebuah wacana yang berbeda.
»»  Read More ...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.:tutup:.
Klik Salah Satu Untuk Medukung Blog Saya