Minggu, 03 Juli 2011

10 Mitos Mitos Menyusui

Banyaknya mitos tentang menyusui membuat ibu menjadi kurang percaya diri untuk memberikan ASI kepada anaknya, ketakutan yang tidak beralasan malah makin membuat ibu-ibu berhenti menyusui dan memilih susu buatan sebagai alternatif. diantara mitos-mitos itu adalah:

1. MENYUSUI MERUBAH BENTUK BUAH DADA WANITA

Mitos atau pendapat yang mengatakan bahwa menyusui  dapat mempengaruhi atau merubah bentuk payudara secara permanent, adalah tidak benar.
Sebenarnya, yang merubah bentuk payudara adalah kehamilan, bukan hanya menyusui. Kehamilan menyebabkan dikeluarkannya hormon-hormon dan menyebabkan terbentuknya air susu yang mengisi payudara. Payudara yang sudah pernah terisi air susu, tentu akan berbeda bentuknya dengan payudara yang belum pernah terisi oleh air susu. Jadi yang menyebabkan perubahan bentuk payudara adalah kehamilannya bukan menyusuinya.
Besarnya perubahan bentuk payudara sangat tergantung dari turunan (berediter), usia, dan juga oleh penambahan berat badan pada waktu kehamilan.

2. MENYUSUI MENYEBABKAN KESUKARAN MENURUNKAN BERAT BADAN

MiItos atau pendapat tersebut adalah tidak benar. Data membuktikan bahwa menyusui dapat membantu ibu menurunkan berat badan lebih cepat dari pada yang tidak memberikan ASI secara Eksklusif. Sebab dengan menyusui timbunan lemak yang terjadi pada waktu hamil akan dipergunakan dalam  proses menyusui, sedangkan wanita yang tidak menyusui, akan sukar untuk menghilangkan timbunan lemak ini yang khusus dipersiapkan tubuh untuk menyusui

3. ASI BELUM KELUAR PADA HARI-HARI PERTAMA SEHINGGA PERLU DITAMBAH SUSU FORMULA

Pada hari pertama sebenarnya bayi belum memerlukan cairan atau makanan, sehingga tidak/belum diperlukan pemberian susu formula atau cairan lain, sebelum ASI keluar “cukup” ( cairan Prelactal feeding). Bayi pada usia 30 menit harus disusukan pada ibunya, bukan untuk pemberian nutrisi (non nutritive sucking) tetapi untuk belajar menyusui atau membiasakan mengisap putting susu, dan juga guna mempersiapkan ibu untuk mulai memprodusi ASI. Gerakan reflex untuk mengisap pada bayi baru lahir akan mencapai puncaknya pada waktu berusia 20 – 30 menit, sehingga apabila terlambat menyusui, reflex ini akan berkurang dan tidak akan kuat lagi sampai beberapa jam kemudian.

Pemberian prelactal feeding sebetulnya tidak diperlukan, karena hanya akan merugikan ibu, yaitu, ASI Ibu akan lebih lambat terbentuknya karena bayi tidak cukup kuat mengisap dan merugikan bayi sebab bayi akan kurang mendapat colostrum. Bila bayi kurang atau tidak mendapat colostrom, akan lebih sering menderita mencret atau penyakit lain terutama bila susu formula atau cairan prelactal lainnya tercemar.

Selain itu bila cairan prelactal diberikan dengan dot, kemungkinan bayi akan mengalami kesukaran minum pada putting susu ibunya atau “bingung putting” (nipple confusion).

4. IBU BEKERJA TIDAK DAPAT MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF 4 – 6 BULAN

Mitos dan pendapat tersebut diatas adalah tidak benar, sebab banyak ibu2 bekerja yang berhasil memberikan ASI Eksklusif pada bayinya selama 4 – 6 bulan. Bahkan beberapa ibu bekerja, tidak memerlukan tambahan pada cuti hamil  3 bulannya, untuk dapat tetap  memberikan ASI Eksklusif sampai 4 – 6 bulan.

Pada ibu bekerja, cara antara lain untuk tetap dapat memberikan ASI Eksklusif pada bayinya adalah dengan memberikan ASI peras/perah-nya pada bayi  selama ibu bekerja. Selama ibu ditempat  bekerja, sebaiknya ASI diperah minimum 2x 15 menits. Memerah ASI sebaiknya hanya menggunakan jari tangan, tidak menggunakan pompa yang berbentuk terompet. ASI perah tahan  6-8 jam diudara luar, 24 jam didalam termos berisi es batu, 48 jam dalam lemari es, dan 3 bulan, apabila berada dalam freezer. Dengan bantuan “Tempat Kerja Sayang Ibu”, yaitu tempat kerja yang memungkinkan karyawati menyusui secara eksklusif,  keberhasilan ibu bekerja untuk memberikan ASI Eksklusif akan menjadi lebih besar lagi.

5.PAYUDARA SAYA KECIL TIDAK MENGHASILKAN CUKUP ASI

Mitos atau pendapat tersebut adalah tidak benar. Besar/kecilnya payudara tidak menentukan banyak atau sedikitnya produksi ASI, karena payudara yang besar hanya mengandung lebih banyak jaringan lemak dibandingkan dengan payudara yang kecil. Sedang air susu dibentuk oleh jaringan kelenjar pembentuk ASI ( Alveoli) dan bukan jaringan lemak.

Jadi besar kecilnya payudara tidak menentukan banyak sedikitnya produksi ASI.

6.ASI YANG PERTAMA KALI KELUAR HARUS DIBUANG KARENA KOTOR

Asi yang keluar pada hari ke-1 sampai dengan hari ke-5 s/d hari ke-7, dinamakan Colostrum, atau susu Jolong. Cairan jernih kekuningan itu mengandung zat putih telur, atau protein dalam kadar yang tinggi, zat anti infeksi, atau zat daya tahan tubuh  (immunoglobulin), dalam kadar yang lebih tinggi dari pada susu mature , disamping itu juga mengandung  laktosa, atau hidrat arang, dan lemak, dalam kadar yang rendah, sehingga mudah dicerna.

Volume Colostrum bervariasi antara 10 cc sampai 100 cc per hari, volume yang rendah ini memberikan beban yang minimal bagi ginjal bayi yang belum mantang.
Colostrum melindungi bayi pada saat dimana ia sangat rentan. Tugas utama colostum tampaknya memang melindungi bayi terhadap penyakit-penyakit infeksi selain  sebagai nutrisi.

Dalam penelitian Colostrum terbukti sangat bermanfaat bagi bayi prematur dan bayi sakit. Apabila Colostrum dibuang, bayi  tidak atau kurang mendapat zat2 pelindung terhadap penyakit infeksi. Tak dapat disangkal lagi bahwa colostum sangat berguna bagi bayi untuk melindungi bayi dari infeksi.

Walaupun saat ini telah diketahui bahwa colostrum sangat diperlukan untuk bayi, masih banyak praktek-praktek yang menyebabkan bayi  kurang mendapatkan colostrum yang kaya dengan nutrient berguna ini, misalnya antara lain dengan masih memberikan prelactal feeding.

7.ASI IBU KURANG GIZI, KUALITASNYA TIDAK BAIK

Bayi dan ASI sebenarnya bersifat parasit. Sampai dengan batas keadaan tertentu,  kualitas dan kuantitas ASI akan tetap dipertahankan, walaupun harus dengan mengorbankan gizi si Ibu sendiri.

Kualitas ASI baru berkurang apabila Ibu menderita kekurangan gizi tingkat ke-3, sedangkan kualitas ASI masih tetap dipertahankan sampai tingkat kekurangan gizi ibu lebih dari derajat ini.

8.ASI SAYA TIDAK CUKUP “ASI SAYA KERING”, “BAYI TIDAK CUKUP DAPAT ASI KARENA RAKUS/MINUMNYA BANYAK”

Ternyata didapatkan data bahwa dari 100 ibu yang mengatakan produksi ASInya kurang, hanya 2 Ibu yang memang benar-benar kurang, sedangkan 98 ibu2 lainnya sebenarnya mempunyai cukup ASI, tetapi kurang mendapat informasi tentang management laktasi yang benar, posisi menyusui yang kurang tepat, serta pengaruh mitos-mitos menyusui, yang umumnya dapat menghambat produksi ASI.

Umumnya apabila seorang bayi  kurang mendapat ASI atau kurang minum, sebenarnya bukan ibunya yang tidak dapat  memproduksi ASI sebanyak yang diperlukan bayi, tetapi justru bayinya yang tidak dapat mengisap ASI sebanyak yang diperlukannya, misalnya karena posisi menyusui yang tidak benar. Posisi yang dimaksud disini, adalah posisi mulut bayi terhadap puting Ibu, bukannya posisi badan bayi terhadap badan Ibu.

Produksi ASI dirangsang oleh pengosongan payudara, berlaku prinsip “supply & demand”, sehingga makin banyak ASI dikeluarkan, akan makin banyak pula ASI diproduksi. ASI diproduksi sesuai dengan jumlah permintaan dan kebutuhan bayi. Selama bayi masih melanjutkan permintaannya akan ASI, dengan masih mengisap ASI, selama itu payudara Ibu akan tetap melanjutkan produksinya

Apabila bayi berhenti meminta ASI, dengan cara berhenti mengisap, maka payudara Ibu pun akan berhenti memproduksi ASI.

9.BILA ASI MENGANDUNG RESIDU PESTISIDA ( Dioxin, DDT,PCBs) DAN BAHAN BERACUN,  SEJAUH MANA BAHAYA BAGI BAYI?

Banyak ibu-bu yang gelisah dengan adanya laporan yang menakutkan tentang tercemarnya selain susu sapi juga ASI oleh zat beracun seperti Dioxin atau logam berat yang berbahaya yang akan membahayakan kesehatan bayinya.

Sebenarnya tidak ditemukan bukti-bukti secara kedokteran adanya bayi yang sakit karena disusui oleh susu ibu yang mengandung zat-zat beracun ini.

Para ahli yang mempelajari hal ini termasuk antara lain Ketua Persatuan Dokter Anak Amerika Serikat, berulang-ulang meyakinkan masyarakat bahwa keuntungan menyusui jauh melebihi bahaya menyusui dengan ASI yang tercemar oleh zat-zat racun ini. Sehingga pemberian ASI tetap dianjurkan dalam keadaan seperti ini.
Racun-racun ini sebenarnya lebih berbahaya pada masa kehamilan terutama pada bulan ke 6 sampai 8 dibandingkan dengan  pada waktu menyusui. Jadi bila didapatkan  racun  pada bayi, kemungkinan bayi mendapatkan racun ini sewaktu dalam kandungan lebih banyak dari pada dari ASI.

Didapatkan bukti bahwa menyusui mungkin bahkan dapat memberikan perlindungan terhadap beberapa zat kimia yang beracun tertentu . Pada kecelakaan kebocoran  reaktor di Chernobyl didapatkan bahwa kadar zat radio aktif dalam ASI jauh lebih sedikit dari kadar zat ini dalam tubuh ibu. Keadaan ini membuat para ahli berkesimpulan, adanya suatu mekanisme tubuh tertentu yang menyaring racun sehingga didapatkan konsentrasi yang rendah dalam ASI.

10.APA YANG HARUS DIKERJAKAN IBU UNTUK MENGURANGI KONTAMINASI ASINYA DENGAN ZAT BERACUN ?

Ibu hamil atau menyusui, sebaiknya,

1.Tidak memakan ikan air tawar yang diketahui terkontaminasi.
2.Kupas dan cucilah dengan benar buah2an dan sayur2an terutama untuk menghindari akibat terkontaminasi residu pestisida.
3.Buang bagian lemak dari daging, ayam, dan ikan, karena bahan kimia berbahaya umumnya melekat  pada lemak
4.Hindari produk2 makanan yang banyak mengandung  dalam lemak mentega
5.Jangan melakukan diet berat selama kehamilan atau menyusui, karena penurunan berat badan secara tiba2 dapat memobilisasi sel lemak dan melepaskan zat kimia berbahaya yang umumnya terikat pada lemak, yang memungkinkan mencapai tubuh bayi.
6.Hindari pemakaian pestisida dan hindari tempat2 dimana diperkirakan banyak pestisida digunakan



Sumber : http://healthiskesehatan.blogspot.com/2011/06/mitos-mitos-menyusui.html
»»  Read More ...

Top 10 Daftar Negara Kecil Dan Terindah Di Dunia

keindahan yang terhampar di permukaan bumi ciptaan-Nya sungguh merupakan tanda2 kebesaran dan kasih sayang Tuhan yang tiada tara.
ini adalah beberapa negara terkecil di dunia dan terindah dari beberapa sumber.

Vatican City - 0,2 mil persegi
Merupakan negara berdault yang paling kecil di dunia. Vatican hanya mempunyai populasi sebanyak 770 orang, dan tidak ada yang merupakan permanent resident (warga negara tetap). Negara kecil yang dikelilingi oleh St. Peter’s Basilica ini merupakan Pusat Spiritual bagi umat Katholik Roma.




Monaco – 0,7 mil persegi

Negara mungil ini terhampar sepanjang pantai mediterania Perancis. Monaco dihuni sekitar 32.000 warganya. Negara ini juga terkenal dengan Casino Monte Carlo dan Princesss Grace. Negara ini telah berdiri sebagai sebuah negara merdeka sejak abad ke 13.




Nauru – 8,5 mil persegi
Sekitar 13.000 warganya sangat bergantung kepada deposit fosfat yang semakin hari semakin menyusut. Negara ini merdeka pada tahun 1968 dan sebelumnya dikenal sebagai Pleasant Island.




Tuvalu – 9 mil persegi
Tuvalu terdiri dari susunan 9 karang sepanjang rantai karang yang terdapat di Polynesia. Negara ini merdeka pada tahun 1978 dan dihuni sekitar 12.000 warga.




San Marino – 24 mil persegi

terletak di gunung Titano sebelah utara Italia, San Marino mempunyai 29.000 penduduk. Negara yang mengklaim sebagai negara tertua di Eropa ini, telah berdiri sejak abad ke 4.




Liechtenstein – 62 mil persegi
Berpenduduk sekitar 34.000 jiwa, negara ‘mikro’ ini terletak di Sungai Rhine antara Switzerland dan Austria.




Marshall Islands – 70 mil persegi
Mendapatkan kemerdekaan pada tahun 1986 setelah resmi memisahkan diri dari Pasific Island (yang termasuk dalam wilayah Amerika Serikat). Negara ini berpenduduk 58.000 jiwa.




Saint Kitts and Nevis
104 mil persegi Negara yang terletak di kepulauan Karibia ini mendapatkan kemerdekaan pada tahun 1983 dan mempunyai warga negara sebesar 39.000 jiwa.




Malta – 122 mil persegi

Negara ini terletak di sebelah selatan pulau Sicilia Italia. Merdeka pada tahun 1964 dari Inggris dan memiliki 400.000 penduduk.




Antigua and Barbuda – 171 mil persegi
Bangsa Karibia yang berjumlah 69.000 jiwa ini merdeka dari Inggris pada tahun 1981. Tiga pulau indah yang menjadi wilayah negara ini, menjadi andalan pemasukan negara dari sektor pariwisata.




Sumber : http://pushtop.blogspot.com/2010/09/negara-terkecil-dan-terindah-di-dunia.html
»»  Read More ...

Foto Proses Penghancuran Mobil Selundupan

»»  Read More ...

Fakta Pada Tanggal 4 Juli

Peristiwa


1776 - Amerika Serikat memproklamasikan kemerdekaannya dari Inggris.
1810 - Perancis menempati Amsterdam.
1826 - Thomas Jefferson, presiden ketiga Amerika Serikat, meninggal hari yang sama dengan John Adams, presiden kedua Amerika Serikat, pada ulang tahun kelimapuluh dari penerapan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat
1827 - Perbudakan dihapuskan di New York State.
1886 - Orang-orang Prancis menawarkan Patung Liberty kepada orang-orang Amerika Serikat.
1927 - Soekarno dan Dr. Tjipto Mangunkusumo mendirikan Perserikatan Nasional Indonesia di Bandung.
1943 - Perang Dunia II: Pertempuran Kursk antara Jerman Nazi dan Uni Soviet dimulai.
1950 - Siaran pertama oleh Radio Free Europe.
2004 - Landasan Menara Kebebasan diletakkan di lokasi World Trade Center di New York City.
2009 - Patung Liberty mahkota dibuka kembali untuk umum setelah 8 tahun, karena alasan keamanan menyusul serangan World Trade Center.


Kelahiran


1872 - Calvin Coolidge, Presiden ke-30 Amerika Serikat (w. 1933)
1924 - Eva Marie Saint, aktris Amerika
1928 - Giampiero Boniperti, pesepakbola Italia
1934 - Colin Welland, aktor Inggris
1943 - Milan Macala, pelatih sepak bola Ceko
1962 - Neil Morrissey, aktor Inggris
1969 - Wilfred Mugeyi, Zimbabwe pemain sepakbola
1972 - William Goldsmith, drummer Amerika (Sunny Day Real Estate, Foo Fighters)
1978 - Becki Newton, aktris Amerika
1983 - Mattia Serafini, pesepakbola Italia


Kematian


965 - Paus Benediktus V (b. tidak diketahui)
1541 - Pedro de Alvarado, penjelajah Spanyol (b. 1495)
1787 - Charles de Rohan, Pangeran de Soubise, Marsekal Perancis (b. 1715)
1831 - James Monroe, Presiden ke-5 Amerika Serikat (l. 1758)
1931 - Buddie Petit, musisi jazz Amerika (b. 1895)
1982 - Terry Higgins, korban AIDS pertama di inggris (b. 1945)
2003 - Barry White, penyanyi Amerika (b. 1944)
2009 - Drake Levin, musisi rock Amerika (b. 1946)
2009 - Jim Chapin, drummer Amerika (b. 1919)


Sumber : Wikipedia

»»  Read More ...

Tips Hidup Sehat

Hidup sehat adalah dambaan setiap orang, karena dalam keadaan sehatlah kita dapat menikmati kehidupan ini, dapat meningkatkan kualitas kehidupan kita. Kesehatan sesungguhnya adalah investasi yang sangat berharga. Maka jadikanlah hidup sehat yang optimal menjadikan kebiasaan kita sehari-hari.
Hidup Sehat
Hidup Sehat
Ada beberapa tips tentang hidup sehat yang hendaknya menjadikan pedoman untuk dilaksanakan dalam kehidupan kita sehari-hari.
1. Perhatikan kebutuhan gizi anda
Kebutuhan gizi adalah mutlak bagi kesehatan tubuh kita, dengan pemasukan gizi yang baik dan seimbang, akan membuat tubuh bekerja secara optimal. Biasakan makan secara teratur, dengan variasi makanan 4 sehat 5 sempurna. Yang perlu diperhatikan adalah perbanyak makan buah dan sayuran segar tanpa bahan pengawet. Hindari konsumsi lemak yang berlebihan karena banyak mengandung kolesterol yang tidak baik untuk kesehatan kita.
2. Biasakan minum air 8 gelas sehari
Tubuh kita lebih banyak terdiri atas cairan yang berfungsi sebagai zat pelarut, mencegah dehidrasi, dan membantu metabolisme tubuh. Dengan kebutuhan cairan yang cukup, juga dapat menjaga konsentrasi pikiran dan kesegaran tubuh.
3. Teratur berolah raga
Dengan berolah raga akan menjaga kebugaran tubuh, membantu mengolah karbohidrat dan lemak tubuh agar tidak tersimpan dalam tubuh. Olah raga juga dapat menjaga kelenturan otot dan tendon. Dalam seminggu kita seharusnya berolah raga minimal 3,5 jam.
4. Istirahat yang cukup
Setiap manusia membutuhkan waktu tidur kurang lebih sekitar sepertiga waktu hidupnya atau sekitar 6-8 jam sehari. Secara alami dan otomatis jika tubuh lelah maka kita akan merasa mengantuk sehingga memaksa tubuh kita untuk beristirahat secara fisik dan mental.
Dengan waktu tidur yang cukup maka kita akan merasa segar bugar ketika bangun pagi dan siap melakukan berbagai aktifitas sepanjang hari dari pagi hingga malam. Normalnya manusia tidur pada saat malam hari hingga pagi hari, namun tidak jarang ada orang yang bisa tidur dari siang sampai malam hari karena tuntutan pekerjaan atau karena sudah terbiasa.
Menurut penelitian, orang yang tidur selama 6,5 sampai 7,5 jam dalam sehari akan memiliki hidup yang lebih panjang dari pada yang tidurnya hanya memakan waktu kurang dari 6,5 jam atau lebih dari 8 jam perhari.
5. Hindari rokok dan minuman beralkohol
Kadar nikotin dalam rokok tidak baik untuk kesehatan tubuh, karena dapat meningkatkan resiko terkena stroke, kanker. Rokok juga tidak baik untuk kesehatan jantung dan paru-paru anda. Minuman beralkohol dapat mengakibatkan gangguan kesadaran dan tidak baik untuk kesehatan jaringan saraf tubuh, serta dapat menyebabkan gangguan pada hati,  lambung dan jantung.
6. Hindari stress dengan selalu berpikir positif
Hal yang terpenting untuk menghindari stres adalah dimulai dari pola pikir. Jika kita ingin terhindar dari stres yang berkepanjangan, maka kita harus tetap berpikir positif dan membuang semua pikiran negatif yang hinggap di kepala. Hidup harus selalu bersyukur, apapun yang kita dapatkan, apapun yang kita telah miliki patutlah disyukuri karena Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik buat kita.
»»  Read More ...

Tips Tips Diet dengan Cara Sehat Dan Mudah

Memiliki tubuh yang sehat dan langsing adalah dambaan setiap orang terutama bagi kaum wanita. Banyak orang yang rela sampai mengeluarkan uang untuk mengikuti berbagai program diet. Tetapi Anda juga perlu berhati-hati untuk memilih program diet yang tepat.
diet-sehatDiet bukan berarti tidak makan makanan dari kelompok makanan tertentu, misalnya program diet yang hanya mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan saja. Program seperti ini juga tidak sehat, karena tubuh juga memerlukan bahan makanan dari protein, karbohidrat dan lain sebagainya. Jadi meskipun Anda mengikuti diet dengan sayuran dan buah-buahan saja, Anda juga perlu mengimbangi asupan nutrisi lainnya.

Berikut ini ada beberapa tips diet sehat yang bisa Anda terapkan, antara lain :

1.            Biasakan diri untuk sarapan pagi
Sarapan di pagi hari sangat penting bagi tubuh untuk menyuplai energi yang diperlukan untuk menghadapi rutinitas pagi agar terhindar dari mengonsumsi makanan ringan bergula atau berlemak ketika merasa lapar.
2.            Lebih banyak makan sayuran dan buah-buahan
Salah satu program diet yang aman bagi tubuh adalah diet dengan lebih banyak mengonsumsi sayuran dan buah segar. Program ini jauh lebih baik karena dari sayuran dan buah segar banyak ditemukan fiber atau serat sebagai komponen makanan yang penting untuk diet. Konsumsi buah dan sayuran dalam jumlah tinggi itu dapat pula menghindarkan Anda dari serangan jantung dan kanker.

Berikut beberapa buah-buahan yang bermanfaat bagi kesehatan :

Apel
Apel mengandung karbohidrat terutama ketika sedang tumbuh dan kaya pectin (sejenis serat). Apel mengandung flavonol yang disebut quercetin yang dalam beberapa penelitian memiliki bahan antikanker. Quercetin juga mengandung bahan antiradang sehingga bermanfaat bagi penyakit seperti arthritis. Sedangkan kandungan gizinya, apel mengandung vitamin C tapi tidak sebanyak buah jeruk.
Stroberi
Stroberi mengandung ellagic acid sebagai antioksidan. Dalam beberapa penelitian ellagic acid terbukti dapat menghalangi pertumbuhan tumor dalam paru-paru, osephagus, payudara, cervix dan lidah. Sebagai obat tradisional, stroberi diyakini memiliki antibakteri dan digunakan sebagai pembersih sistem pencernaan. Stroberi banyak mengandung vitamin C.
Pisang
Pisang merupakan sumber vitamin B6 yang dibutuhkan untuk membuat serotonin dalam otak. Serotonin berfungsi mengurangi rasa sakit, menekan nafsu makan, dan membuat perasaan relaks dan mengurangi ketegangan. Sebagai obat tradisional, pisang digunakan untuk menyembuhkan bisul perut. Tidak seperti buah-buahan lain, pisang mengandung banyak karbohidrat, sedikit mengandung karotin dan vitamin C namun kaya potasium.
Melon
Melon mengandung gula yang tinggi dan lycopene yang berfungsi sebagai antikanker. Melon merah dan oranye juga mengandung carotenoid yang dapat melindungi sel tubuh terhadap kerusakan free radical dan dapat juga diubah menjadi vitamin A dalam tubuh. Melon merupakan sumber carotenoid dan juga mengandung vitamin C.
Jeruk
Jeruk mengandung phytochemical yang disebut hesperidin yang berfungsi sebagai antioksidan. Jeruk juga sumber pectin yang berfungsi menurunkan tekanan darah dan termasuk buah rendah serat namun sumber vitamin C dan folate.
Mangga
Mangga mengandung carotenoid yang disebut beta crytoxanthin, sebuah antioksidan yang dapat melindungi terhadap beberapa jenis kanker seperti kanker usus dan kanker tulang tengkuk. Mangga termasuk buah yang kaya carotenoid, serat, dan vitamin C.
Kiwi
Kiwi mengandung pigmen yang disebut chlorophyll yang memberikan buah tersebut warna hijau. Kiwi dapat diubah menjadi sebuah senyawa yang memiliki kemampuan mengikat kanker. Satu buah kiwi sudah cukup untuk memenuhi persyaratan konsumsi vitamin C orang dewasa.
Anggur
Kulit anggur mengandung phytochemical yang disebut resveratrol yang terbukti dapat meningkatkan kesehatan jantung, antikanker, antibakteri, dan mengandung antioksidan. Anggur memiliki kandungan serat dan vitamin C yang rendah.
Nanas
Nanas mengandung enzim bromelain yang memiliki kemampuan untuk menguraikan protein. Nanas sering dipakai sebagai bahan pelunak daging selain berguna membantu pencernaan, menguraikan pembekuan darah, mencegah sinusitis, dan infeksi saluran kencing. Nanas merupakan sumber vitamin C dan serat serta mengandung kadar gula yang tinggi.
3. Makan secara teratur dengan menu dan porsi yang cukup
Makan dengan porsi kecil tetapi sering, misalnya makan tiap 4 jam sekali membuat Anda bisa mengontrol porsi makan, dibandingkan makan tiap 6 jam yang dapat membuat perut lapar, dalam kondisi perut lapar, lebih sulit Anda mengontrol porsi makan. Ada prinsip yang baik digunakan sebagai pedoman diet yaitu “makan sebelum lapar, dan berhenti makan sebelum kenyang”
4. Banyak minum air putih
Sebagian besar tubuh terdiri atas air yang berfungsi sangat vital dalam membantu metabolisme tubuh. Dalam sehari Anda sebaiknya minum air putih minimal 8 gelas.
5. Berolahragalah secara teratur
Jadikan olah raga sebagai kegiatan yang tidak bisa dikompromikan lagi. Ber-aerobik dengan musik kesukaan bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Ajak keluarga untuk ikut bergerak.  Dengan berolah raga secara teratur, akan membuat tubuh Anda sehat dan bugar.
6. Gosok gigi segera
Setelah makan malam segera gosok gigi untuk mengingatkan diri Anda bahwa waktu makan sudah habis, sehingga Anda tidak makan lagi.
7. Jangan sekali kali kompensasikan perasaan ke makanan
Kebiasaan yang sangat tidak baik bila Anda makan berlebih disaat-saat perasaan Anda sedang buruk ataupun terlalu gembira. Pada umumnya orang yang terlalu terbawa emosi sesaat agak susah mengontrol pola makannya.
»»  Read More ...

PERKEMBANGAN SISTEM KESEHATAN DI INDONESIA

Pembangunan kesehatan yang dilaksanakan secara berkesinambungan telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat. Kinerja sistem kesehatan telah menunjukkan peningkatan, antara lain ditunjukkan dengan peningkatan status kesehatan, yaitu: penurunan Angka Kematian Bayi (AKB) dari 46 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi 34 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI 2007). Angka Kematian Ibu (AKI) juga mengalami penurunan dari 318 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1997 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 (SDKI, 2007).
sknSejalan dengan penurunan angka kematian bayi, Umur Harapan Hidup (UHH) meningkat dari 68,6 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,5 tahun pada tahun 2007. Demikian pula telah terjadi penurunan prevalensi kekurangan gizi pada balita dari 29,5% pada akhir tahun 1997 menjadi sebesar 18,4% pada tahun 2007 (Riskesdas, 2007). Namun penurunan indikator kesehatan masyarakat tersebut masih belum seperti yang diharapkan. Upaya percepatan pencapaian indikator kesehatan dalam lingkungan strategis baru, harus terus diupayakan dengan perbaikan Sistem Kesehatan Nasional.
1. Upaya Kesehatan
Akses pada pelayanan kesehatan secara nasional mengalami peningkatan, dalam kaitan ini akses rumah tangga yang dapat menjangkau sarana kesehatan ≤ 30 menit sebesar 90,7% dan akses rumah tanggayang berada ≤ 5 km dari sarana kesehatan sebesar 94,1% (Riskesdas, 2007). Peningkatan jumlah Puskesmas ditandai dengan peningkatan rasio Puskesmas dari 3,46 per 100.000 penduduk pada tahun 2003 menjadi 3,65 per 100.000 pada tahun 2007 (Profil Kesehatan, 2007). Namun pada daerah terpencil, tertinggal, perbatasan, serta pulau-pulau kecil terdepan dan terluar masih rendah. Jarak fasilitas pelayanan yang jauh disertai distribusi tenaga kese-hatan yang tidak merata dan pelayanan kesehatan yang mahal menyebabkan rendahnya aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan oleh penduduk meningkat dari 15,1% pada tahun 1996 menjadi 33,7% pada tahun 2006. Begitupula kunjungan baru (contact rate) ke fasilitas pelayanan kesehatan meningkat dari 34,4% pada tahun 2005 menjadi 41,8% pada tahun 2007. Disamping itu, jumlah masyarakat yang mencari pengobatan sendiri sebesar 45% dan yang tidak berobat sama sekali sebesar 13,3% (2007).
Secara keseluruhan, kesehatan ibu membaik dengan turunnya AKI, pertolongan persalinanoleh tenaga kesehatan meningkat 20% dalam kurun 10 tahun, peningkatan yang besar terutama di daerah perdesaan, sementara persalinan di fasilitas kesehatan meningkat dari 24,3% pada tahun 1997 menjadi 46% pada tahun 2007. Namun masih ditemui disparitas Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan cakupan imunisasi antar wilayah masih tinggi. Cakupan pemeriksaan kehamilan tertinggi 97,1% dan terendah 67%, sementara itu cakupan imunisasi lengkap tertinggi sebesar 73,9% dan cakupan terendah 17,3% (Riskesdas, 2007) tangga dan sebesar 63,5% rumah tangga mempunyai akses pada sanitasi yang baik (Riskesdas, 2007). Pada tahun 2007, rumah tangga yang tidak menggunakan fasilitas buang air besar sebesar 24,8% dan yang tidak memiliki saluran pembuangan air limbah sebesar 32,5%.
Penyakit infeksi menular masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menonjol, terutama: TB Paru, Malaria, HIV/AIDS, DBD dan Diare. Selain itu penyakit yang kurang mendapat perhatian (neglected diseases), seperti Filariasis, Kusta, Framboesia cenderung meningkat kembali. Demikian pula penyakit Pes masih terdapat di berbagai daerah. Namun demikian kontribusi penyakit menular terhadap kesakitan dan kematian semakin menurun.
Hasil Riskesdas Tahun 2007 menunjukkan adanya peningkatan kasus penyakit tidak menular (seperti penyakit kardiovaskuler dan kanker) secara cukup bermakna, menjadikan Indonesia mempunyai beban ganda (double burden).
2. Pembiayaan Kesehatan
Pembiayaan kesehatan sudah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Persentase pengeluaran nasional sektor kesehatan pada tahun 2005 adalah sebesar 0,81% dari Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat pada tahun 2007 menjadi 1,09 % dari PDB, meskipun belum mencapai 5% dari PDB seperti dianjurkan WHO. Demikian pula dengan anggaran kesehatan, pada tahun 2004 jumlah APBN kesehatan adalah sebesar Rp 5,54 Triliun meningkat menjadi sebesar 18,75 Triliun pada tahun 2007, namun persentase terhadap seluruh APBN belum meningkat dan masih berkisar 2,6-2,8%. Pengeluaran pemerintah untukpengeluaran pemerintah untuk kesehatan masih kecil, yaitu 38% dari total pembiayaan kesehatan.
Proporsi pembiayaan kesehatan yang bersumber dari pemerintah belum mengutamakan upaya pencegahan dan promosi kesehatan. Cakupan jaminan pemeliharaan kesehatan sekitar 46,5% dari keseluruhan penduduk pada tahun 2008 yang sebagian besar berasal dari bantuan sosial untuk program jaminan kesehatan masyarakat miskin sebesar 76,4 juta jiwa atau 34,2%.
3. Sumber Daya Manusia Kesehatan
Upaya pemenuhan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan belum memadai, baik jumlah, jenis, maupun kualitas tenaga kesehatan yang dibutuhkan. Selain itu, distribusi tenaga kesehatan masih belum merata. Jumlah dokter Indonesia masih termasuk rendah, yaitu 19 per 100.000 penduduk bila dibandingkan dengan negara lain di ASEAN, seperti Filipina 58 per 100.000 penduduk dan Malaysia 70 per 100.000 pada tahun 2007.
Masalah strategis SDM Kesehatan yang dihadapi dewasa ini dan di masa depan adalah:
a) Pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan belum dapat memenuhi kebutuhan SDM untuk pembangunan kesehatan;
b) Perencanaan kebijakan dan program SDM Kesehatan masih lemah dan belum didukung sistem informasi SDM Kesehatan yang memadai;
c) Masih kurang serasinya antara kebutuhan dan pengadaan berbagai jenis SDM Kesehatan. Kualitas hasil pendidikan SDM Kesehatan dan pelatihan kesehatan pada umumnya masih belum memadai;
d) Dalam pendayagunaan SDM Kesehatan, kurang. Pengembangan karier, sistem penghargaan, dan sanksi belum sebagaimana mestinya. Regulasi untuk mendukung SDM Kesehatan masih terbatas; serta
e) Pembinaan dan pengawasan SDM Kesehatan serta dukungan sumber daya SDM Kesehatan masih kurang.
4. Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Makanan
Pasar sediaan farmasi masih didominasi oleh produksi domestik, sementara itu bahan baku impor mencapai 85% dari kebutuhan. Di Indonesia terdapat 9.600 jenis tanaman berpotensi mempunyai efek pengobatan, dan baru 300 jenis tanaman yang telah digunakan sebagai bahan baku.
Upaya perlindungan masyarakat terhadap penggunaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan telah dilakukan secara komprehensif. Sementara itu pemerintah telah berusaha untuk menurunkan harga obat, namun masih banyak kendala yang dihadapi.
Penggunaan obat rasional belum dilaksanakan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, masih banyak pengobatan yang dilakukan tidak sesuai dengan formularium.
Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) digunakan sebagai dasar penyediaan obat di pelayanan kesehatan publik. Daftar Obat Esensial Nasional tersebut telah disusun sejak tahun 1980 dan direvisi secara berkala sampai tahun 2008.
Lebih dari 90% obat yang diresepkan di Puskesmas merupakan obat esensial generik. Namun tidak diikuti oleh sarana pelayanan kesehatan lainnya, seperti: di rumah sakit pemerintah kurang dari 76%, rumah sakit swasta 49%, dan apotek kurang dari 47%. Hal ini menunjukkan bahwa konsep obat esensial generik belum sepenuhnya diterapkan.
5. Manajemen dan Informasi Kesehatan
Perencanaan pembangunan kesehatan antara Pusat dan Daerah belum sinkron. Begitu pula dengan perencanaan jangka panjang/menengah masih belum menjadi acuan dalam menyusun perencanaan jangka pendek. Demikian juga dengan banyak kebijakan yang belum disusun berbasis bukti dan belum bersinergi baik perencanaan di tingkat Pusat dan atau di tingkat Daerah.
Sistem informasi kesehatan menjadi lemah setelah menerapkan kebijakan desentralisasi. Data dan informasi kesehatan untuk perencanaan tidak tersedia tepat waktu. Sistem Informasi Kesehatan Nasional (Siknas) yang berbasis fasilitas sudah mencapai tingkat kabupaten/kota namun belum dimanfaatkan. Hasil penelitian kesehatan belum banyak dimanfaatkan sebagai dasar perumusan kebijakan dan perencanaan program. Surveilans belum dilaksanakan secara menyeluruh.
Hukum kesehatan belum tertata secara sistematis dan belum mendukung pembangunan kesehatan secara utuh. Regulasi bidang kesehatan pada saat ini belum cukup, baik jumlah, jenis, maupun efektifitasnya. Pemerintah belum sepenuhnya dapat menyeleng-garakan pembangunan kesehatan yang efektif, efisien, dan bermutu sesuai dengan prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik (good governance).
6. Pemberdayaan Masyarakat
Rumah tangga yang telah melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat meningkat dari 27% pada tahun 2005 menjadi 36,3% pada tahun 2007, namun masih jauh dari sasaran yang harus dicapai pada tahun 2009, yakni dengan target 60%.
Jumlah UKBM, seperti Posyandu dan Poskesdes semakin meningkat, tetapi pemanfaatan dan kualitasnya masih rendah. Hingga tahun 2008 sudah terbentuk 47.111 Desa Siaga dimana terdapat 47.111 buah Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat lainnya yang terus berkembang pada tahun 2008 adalah Posyandu yang telah berjumlah 269.202 buah dan 967 Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Di samping itu, Pemerintah telah memberikan pula bantuan stimulan untuk pengembangan 229 Musholla Sehat. Sampai dewasa ini dirasakan bahwa masyarakat masih lebih banyak sebagai objek dari pada sebagai subjek pembangunan kesehatan. Hasil Riskesdas tahun 2007 menunjukkan bahwa alasan utama rumah tangga tidak memanfaatkan Posyandu/Poskesdes walaupun sebenarnya memerlukan adalah karena: pelayanannya tidak lengkap (49,6%), lokasinya jauh (26%), dan tidak ada Posyandu/Poskesdes (24%).
PERUBAHAN LINGKUNGAN STRATEGIS
Perkembangan global, regional, dan nasional yang dinamis akan mempengaruhi pembangunan suatu negara, termasuk pembangunan kesehatannya. Hal ini merupakan faktor eksternal utama yang mempengaruhi proses pembangunan kesehatan. Faktor lingkungan strategis dapat dibedakan atas tatanan global, regional, nasional, dan lokal, serta dapat dijadikan peluang atau kendala bagi sistem kesehatan di Indonesia.
1. Tingkat Global dan Regional
Globalisasi merupakan suatu perubahan interaksi manusia secara luas, yang mencakup ekonomi, politik, sosial, budaya, teknologi, dan lingkungan.
Proses ini dipicu dan dipercepat dengan berkembangnya teknologi, informasi, dan transportasi yang mempunyai konsekuensi pada fungsi suatu negara dalam sistem pengelolaannya. Era globalisasi dapat menjadi peluang sekaligus tantangan pembangunan kesehatan, yang sampai saat ini belum sepenuhnya dilakukan persiapan dan langkah-langkah yang menjadikan peluang dan mengurangi dampak yang merugikan, sehingga mengharuskan adanya suatu sistem kesehatan yang responsif.
Komitmen Internasional, seperti: MDGs, adaptasi perubahan iklim (climate change), ASEAN Charter, jejaring riset Asia Pasifik, serta komitmen Nasional, seperti revitalisasi pelayanan kesehatan dasar dan pengarus-utamaan gender, perlu menjadi perhatian dalam pembangunan kesehatan.
2. Tingkat Nasional dan Lokal
Pada tingkat nasional terjadi proses politik, seperti desentralisasi, demokratisasi, dan politik kesehatan yang berdampak pada pembangunan kesehatan, sebagai contoh: banyaknya peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang menggunakan isu kesehatan sebagai janji politik. Proses desentralisasi yang semula diharapkan mampu memberdayakan daerah dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, namun dalam kenyataannya belum sepenuhnya berjalan dan bahkan memunculkan euforia di daerah yang mengakibatkan pembangunan kesehatan terkendala.
Secara geografis, sebagian besar wilayah Indonesia rawan bencana, di sisi lain situasi sosial politik yang berkembang sering menimbulkan konflik sosial yang pada akhirnya memunculkan berbagai masalah kesehatan, termasuk akibat pembangunan yang tidak berwawasan kesehatan yang memerlukan upaya pemecahan melalui berbagai terobosan dan pendekatan.
Perangkat regulasi dan hukum yang terkait dengan kesehatan masih belum memadai, sementara itu kesadaran hukum masyarakat masih rendah, dan masih lemahnya penegakan hukum menyebabkan berbagai hambatan dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan.
Oleh karena itu perlu dilakukan berbagai terobosan/ pendekatan terutama pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan kesehatan yang memberikan penguatan kapasitas dan surveilans berbasis masyarakat, diantaranya melalui pengembangan Desa Siaga.
Di bidang lingkungan, mekanisme mitigasi serta adaptasi dan pengenalan resiko akan perubahan iklim menuntut kegiatan kerjasama antara pihak lingkungan dengan pihak kesehatan dan seluruh sektor terkait.
»»  Read More ...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.:tutup:.
Klik Salah Satu Untuk Medukung Blog Saya