Rabu, 20 Juli 2011

Coelacanth, Ikan Zaman Purba Yang Masih Bertahan Hidup

Coelacanth
Coelacanth
Benar-benar mengherankan sekaligus membuat gempar dunia ilmu pengetahuan, Pada tahun 1999 seekor ikan raja laut atau Coelacanth tertangkap secara tidak sengajar oleh jaring nelayan yang sedang mencari ikan di perairan pulau Manado Tua, Sulawesi Utara.
Sebenarnya, untuk masyarakat nelayan daerah setempat, ikan ini sudah tidak asing lagi. Penduduk jarang menangkap dan mengonsumsi karena rasanya yang aneh. Mereka tidak tahu menahu, kalau ikan itu adalah ikan langka yang telah divonis punah. Sampai akhirnya, Mark Erdman dan beberapa peneliti (termasuk ilmuan LIPI) menelitinya.
Erdman pun mengambil kesimpulan bahwa ikan yang ditemuan itu merupakan salah satu spesies dari ras Coelacanth, Latimeria menadoensis (Coelacanth Sulawesi).
Ikan raja laut atau Coelacanth merupakan ikan purba yang banyak hidup pada 360 juta tahun yang lalu. Ikan raja laut yang dikenal sebagai Coelacanth kini hanya tersisa dua spesies yaitu Latimeria menadoensis (Indonesia Coelacanth) dan Latimeria chalumnae (Comoro Coelacanth). Sedangkan berbagai jenis lainnya, sekitar 120 spesies, dinyatakan telah punah dan hanya ditemukan fosilnya saja.
Antara ikan raja laut spesies Latimeria chalumnae (Coelacanth Komoro) dan Latimeria menadoensis (Coelacanth Sulawesi) mempunyai ciri-ciri yang serupa. Ekor ikan purba ini berbentuk seperti kipas dengan mata yang besar dan sisik yang terlihat tidak sempurna (seperti batu). Panjangnya mencapai 2 meter dengan berat mencapai 80-100 kg. Perbedaannya terdapat pada warna kulit Latimeria menadoensis yang berwarna coklat sedangkan Latimeria chalumnae berwarna biru baja.
Sebagai tambahan informasi, Coelacanth adalah jenis ikan berparu-paru yang dipercaya sebagian ahli sebagai nenek moyang tetrapoda, yaitu nenek moyang binatang yang hidup di darat termasuk manusia. Ikan raja laut atau Coelacanth mempunyai habitat di lautan dalam, 700 meter di bawah permukaan laut. Meski terkadang ikan purba ini bisa berada dikedalaman laut 200 meter.
Apakah anda pernah menemukan ikan seperti itu? Kalau pernah, anda termasuk orang yang beruntung.

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
.:tutup:.
Klik Salah Satu Untuk Medukung Blog Saya